Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Mei 2026 | Hantavirus telah menjadi perhatian global setelah beberapa kasus dilaporkan di kapal pesiar MV Hondius. Namun, di Indonesia, kasus Hantavirus yang ditemukan memiliki karakteristik yang berbeda. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Indonesia telah menemukan 23 kasus Hantavirus sejak tahun 2023, dan semua kasus tersebut merupakan jenis yang lebih ringan dengan tingkat fatalitas jauh lebih rendah.
Kasus Hantavirus di Indonesia disebabkan oleh varian Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang lebih banyak menyerang ginjal dan pembuluh darah. Tingkat kematian HFRS berada di kisaran 15 persen, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan varian Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi, yaitu 60 hingga 80 persen.
Penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui debu atau udara yang telah terkontaminasi kotoran tikus. Partikel dari urin, feses, maupun air liur tikus dapat masuk ke tubuh manusia saat terhirup. Seseorang juga dapat tertular melalui kontak langsung dengan hewan pengerat atau permukaan yang telah terpapar virus. Luka terbuka pada kulit dapat menjadi jalur masuk virus ke dalam tubuh manusia.
Kementerian Kesehatan kini memperketat pemeriksaan pada pasien yang diduga leptospirosis, karena gejala Hantavirus dinilai memiliki kemiripan dengan penyakit yang juga ditularkan melalui hewan pengerat tersebut. Masyarakat diminta tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kasus Hantavirus di Indonesia belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan seperti pandemi global. Pemerintah memastikan situasi masih terkendali, dan masyarakat harus tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan dari sarang hewan pengerat.
Untuk mencegah penularan Hantavirus, masyarakat dapat melakukan beberapa hal, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, dan menggunakan masker saat berada di area yang terkontaminasi. Dengan demikian, risiko penularan Hantavirus dapat dikurangi, dan masyarakat dapat terhindar dari bahaya penyakit ini.











