Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 Mei 2026 | Harga minyak dunia naik karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini dapat mempengaruhi harga jual bahan bakar minyak (BBM) dan biaya produksi industri di Indonesia.
Menurut Indonesia’s Head of Research DBS Group, William Simadiputra, harga minyak mentah dunia Brent masih bertahan di atas USD 100 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah kebuntuan antara AS dan Iran, yang mengurangi harapan akan berakhirnya perang dengan cepat.
Perang antara AS dan Iran telah berlangsung lebih dari dua bulan dan menyebabkan pasokan minyak global terganggu. Situasi ini diperparah dengan adanya blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz, yang merupakan jalur logistik vital bagi pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Kenaikan harga minyak dunia dapat mempengaruhi inflasi di Amerika Serikat dan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global. Para ekonom memproyeksikan efek domino jilid dua akan semakin terasa dalam beberapa bulan ke depan.
Presiden Donald Trump telah menolak tanggapan terbaru Teheran terhadap proposal perdamaian Amerika, menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima.” Ia menggambarkan balasan Teheran sebagai “sepotong sampah,” menambahkan gencatan senjata yang sedang berlangsung antara pihak-pihak yang bertikai sekarang berada pada titik terlemahnya.
Iran membela posisinya dengan mengatakan tawaran balasannya difokuskan pada mengakhiri perang, mencabut blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung, dan memulihkan lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz. Teheran juga menuntut kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan sanksi, dan pengakuan kedaulatannya atas selat tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia turun tipis setelah naik 8% selama tiga hari kemarin. Hal ini terjadi seiring belum ditemukannya penyelesaian konflik di Timur Tengah, dengan kondisi ekspor Iran terus tertekan akibat blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa harga minyak dunia akan tetap tinggi hingga akhir tahun ini. Bahkan, lembaga konsultan Eurasia Group memperkirakan harga minyak kemungkinan besar akan tetap bertahan di atas 80 dolar AS per barel hingga akhir tahun ini.
Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk memantau perkembangan harga minyak dunia dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampaknya terhadap ekonomi domestik.











