Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Mei 2026 | Sebuah insiden kekerasan terjadi di konvensi anime Doujin Market yang diselenggarakan di Suntec Singapore Convention and Exhibition Centre pada tanggal 9 Mei. Amos Yee, seorang tokoh kontroversial yang telah beberapa kali terlibat dalam kasus hukum, dilaporkan dianiaya oleh seorang remaja berusia 18 tahun yang sedang berpakaian cosplay sebagai karakter Yuji Itadori dari serial Jujutsu Kaisen.
Menurut laporan polisi, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 waktu setempat. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian menemukan bahwa Amos Yee, yang berusia 27 tahun, mengalami luka ringan setelah dianiaya oleh remaja tersebut. Remaja itu kemudian ditangkap oleh polisi karena diduga melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Video dari insiden tersebut yang beredar di media sosial menunjukkan remaja itu menyerang Amos Yee dengan pukulan dan tendangan, sebelum akhirnya ditahan oleh penonton lainnya. Amos Yee, yang dikenal karena kontroversinya, termasuk kasus pelecehan anak dan grooming, dilaporkan mengalami luka pada bibir bawahnya setelah insiden tersebut.
Pelaku, yang masih berusia 18 tahun, dilaporkan telah memutuskan untuk menyerang Amos Yee setelah mengetahui bahwa Amos Yee hadir di acara tersebut. Sebelumnya, panitia konvensi anime Doujin Market telah mengumumkan bahwa Amos Yee dilarang menghadiri acara tersebut karena alasan keamanan dan kenyamanan peserta lainnya.
Insiden ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat tentang batasan kebebasan berekspresi dan keamanan publik, terutama dalam konteks acara-acara yang melibatkan banyak orang. Kasus ini juga menyoroti pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan dalam acara-acara umum.
Dalam sebuah pernyataan, panitia konvensi anime Doujin Market menegaskan bahwa mereka tidak condong kepada kekerasan dan memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan semua peserta. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada penonton yang membantu menenangkan situasi dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh peserta lainnya.
Amos Yee, yang telah beberapa kali terlibat dalam kasus hukum, saat ini sedang menghadapi tiga tuduhan berdasarkan Undang-Undang Pendaftaran. Ia sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara di Amerika Serikat karena kasus pelecehan anak dan grooming sebelum dibebaskan dan dideportasi kembali ke Singapura.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib dan belum ada keputusan resmi mengenai tindakan lanjutan yang akan diambil terhadap pelaku dan Amos Yee.











