Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Mei 2026 | Universitas Indonesia (UI) menyatakan kesiapannya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, UI memberikan catatan penting agar pelaksanaan dapur MBG di lingkungan kampus tetap berada dalam koridor tata kelola yang benar.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam program nasional ini harus tetap selaras dengan fungsi utama universitas sebagai lembaga pendidikan dan riset. Oleh sebab itu, UI saat ini tengah merumuskan model pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang paling tepat agar tidak menabrak aturan tata kelola universitas.
Pakar pendidikan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr R. Agus Sartono, MBA, mengatakan bahwa kampus seharusnya menangani tugas pokoknya saja. Jika pun ingin mendukung program MBG, bisa dilakukan melalui kajian akademik. Ia menyarankan beberapa topik kajian yang bisa dilakukan, seperti multiplier effect program MBG, bagaimana memperbaiki persoalan governance dan isu keadilan, serta terkait tenaga kerja yang terlibat di MBG.
UI akan mengerahkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk memastikan program ini berbasis bukti ilmiah. Sejumlah program studi mulai dari Gizi dan Kesehatan Masyarakat di FKM UI, Teknologi Bioproses, hingga Pendidikan Dokter akan dilibatkan untuk mengawal agenda gizi nasional ini.
Melalui kajian komprehensif yang sedang dilakukan, UI berharap model pelayanan gizi di kampus nantinya bisa menjadi percontohan yang akuntabel dan memberikan dampak nyata bagi kualitas anak bangsa tanpa mengesampingkan marwah universitas.
Kesimpulan dari perdebatan ini adalah bahwa kampus harus tetap fokus pada pendidikan dan riset, serta tidak boleh terganggu oleh program lain yang tidak terkait dengan tugas pokoknya. Dengan demikian, kampus dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada pembangunan bangsa.











