HUKUM

Misteri Kematian Sutrimo, Pekerja Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

×

Misteri Kematian Sutrimo, Pekerja Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Share this article
Misteri Kematian Sutrimo, Pekerja Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Misteri Kematian Sutrimo, Pekerja Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Juli 2026 | Meninggalnya Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih menyisakan teka-teki besar. Pria yang sudah belasan tahun bekerja di rumah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, tersebut dilaporkan meninggal dunia mendadak di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.

Di tengah berbagai spekulasi yang beredar liar di media sosial, pihak keluarga dan pemerintah desa setempat akhirnya buka suara. Berdasarkan wawancara dengan adik ipar almarhum, Soim, serta Kepala Desa Wlahar, Narsim, berikut 5 fakta kunci kematian Sutrimo berdasarkan kacamata keluarga.

📖 Baca juga:
KPK Sebut Enam Barang Elektronik Milik Faizal Assegaf Disita, Ungkap Hubungan dengan Kasus Suap Bea Cukai

Sutrimo diketahui telah bekerja di rumah Febrie Adriansyah sejak tahun 2008. Meski sudah hampir dua dekade ikut bersama sang pejabat, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat pendiam dan sederhana. Setiap kali pulang ke kampung halaman di Banyumas, ia hampir tidak pernah menceritakan detail tugas maupun aktivitas pekerjaannya di Jakarta.

Keluarga menegaskan bahwa almarhum hanya berfokus membicarakan kondisi keluarga dan tidak pernah menyinggung urusan kantor atau pejabat tempatnya bekerja. Jejak komunikasi terakhir almarhum dengan sang istri terjadi pada Rabu sore, 22 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, atau beberapa jam sebelum ia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis pagi.

Dalam pesan singkat tersebut, Sutrimo sama sekali tidak mengeluhkan rasa sakit. Ia hanya menanyakan apakah buah hatinya sudah tidur, yang kemudian dibalas oleh sang istri dengan mengunggah foto anak mereka. Pesan foto tersebut sempat dibaca oleh almarhum sekitar pukul 18.00 WIB sebelum akhirnya komunikasi terputus total.

Salah satu poin yang jadi pertanyaan keluarga adalah tidak dikembalikannya barang-barang pribadi milik almarhum. Saat jenazah diantar menggunakan ambulans dari Jakarta dan tiba di rumah duka pada Kamis malam, 23 Juli 2026, rombongan pengawal hanya menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Sutrimo.

📖 Baca juga:
Skandal Pemerasan Bupati Tulungagung: Gatut Sunu Tekan Kepala Sekolah dan Camat, KPK Ungkap Harga Jabatan

Pihak keluarga mengaku juga mempertanyakan keberadaan ponsel serta kartu ATM milik almarhum yang hingga kini belum diserahkan, padahal ponsel tersebut menjadi bukti krusial riwayat komunikasi terakhirnya. Keluarga mendapat informasi awal bahwa penyebab kematian Sutrimo diduga karena serangan ‘angin duduk’.

Namun, mereka tidak pernah menerima resume medis atau penjelasan klinis secara detail terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum, terlebih Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit berat. Di sisi lain, keluarga mengungkapkan bahwa ada bantuan biaya pemakaman sebesar Rp20 juta yang diberikan saat prosesi pemakaman.

Meski begitu, pihak keluarga mengaku tidak tahu pasti dari mana sumber dana bantuan tersebut berasal. Sementara itu, Febrie Adriansyah sendiri sedang dalam proses hukum terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Kuasa hukum Febrie, Febri Diansyah, mengatakan bahwa kliennya belum membahas soal upaya hukum praperadilan selama berdiskusi di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Fokus utama diskusinya bersama kliennya seputar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang kini disangkakan kepada mantan Jampidsus itu.

📖 Baca juga:
Hotman Paris Resmi Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Dampingi Pemeriksaan di Kejagung

Febri mengatakan, permasalahan tindak pidana asal tersebut sudah dibahas bersama kliennya. Dia berharap Kejagung terbuka dalam melakukan proses penegakan hukum dan menyampaikan informasi ke publik terkait kasus yang menjerat Febrie Adriansyah.

Kematian Sutrimo dan kasus hukum Febrie Adriansyah masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Keluarga Sutrimo dan masyarakat umum masih menantikan kebenaran dan keadilan dalam kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *