Religi

Terhenti 5 Jam di Imigrasi, Dua Jemaah Haji Kalteng Akhirnya Masuk Madinah

×

Terhenti 5 Jam di Imigrasi, Dua Jemaah Haji Kalteng Akhirnya Masuk Madinah

Share this article
Terhenti 5 Jam di Imigrasi, Dua Jemaah Haji Kalteng Akhirnya Masuk Madinah
Terhenti 5 Jam di Imigrasi, Dua Jemaah Haji Kalteng Akhirnya Masuk Madinah

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Mei 2026 | Dua remaja asal Pulang Pisang, Kalimantan Tengah, yaitu Novia Ghina dan Rabiatul Adawiyah, tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, bersama rombongan kloter pada sore hari 2 Mei 2026. Kedatangan mereka sempat berubah menjadi drama ketika petugas imigrasi menolak masuk karena visa keduanya tercancel secara sistem.

Menurut laporan resmi dari Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, kedua jemaah haji Kalteng tersebut terhenti sejak pukul 12.00 WIB hingga sekitar 17.00 WIB. Selama periode lima jam, mereka harus menunggu di ruang tunggu imigrasi sambil menunggu kepastian penyelesaian masalah teknis pada sistem validasi visa.

📖 Baca juga:
Tragedi Jemaah Haji Tegal Meninggal di Madinah, Sesak Napas Usai Tiba di Bandara

Masalah visa muncul ketika dokumen penumpang dipindai pada pintu kedatangan. Sistem otomatis menandai visa Novia Ghina dan Rabiatul Adawiyah tidak valid, sehingga petugas imigrasi menolak proses masuk. Kedua remaja sempat mengalami kebingungan, panik, bahkan harus menunggu tanpa paspor di tangan karena proses verifikasi sedang berlangsung.

Segera setelah mengetahui kendala, tim PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) bersama Daker Bandara melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KJRI) di Madinah serta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Jakarta. Upaya bersama ini meliputi:

  • Verifikasi ulang data visa di sistem imigrasi Saudi.
  • Pengajuan permohonan penerbitan visa baru melalui kanal darurat Kemenhaj.
  • Pendampingan langsung oleh petugas PPIH di lapangan untuk memastikan proses berjalan cepat.

Abdul Basir menjelaskan bahwa tim Kemenhaj mengirimkan tim validasi khusus ke Jakarta untuk mempercepat proses re‑issuance visa. Setelah hampir tiga jam proses administratif, kedua visa berhasil diterbitkan kembali dan statusnya berubah menjadi “valid”.

📖 Baca juga:
Kain Putih Melilit Ka’bah: Tanda Musim Haji 2026 Resmi Dimulai dan Persiapan Makkah-Madinah Menyambut Jemaah

Setelah visa dinyatakan sah, petugas imigrasi akhirnya memberikan izin masuk kepada Novia Ghina dan Rabiatul Adawiyah. Mereka langsung diantar ke hotel yang telah disiapkan oleh PPIH, di mana mereka dapat bergabung kembali dengan rombongan kloter dan keluarga masing‑masing.

Novia Ghina mengaku sempat merasa panik karena tidak dapat melihat paspornya dan tidak tahu apakah akan dapat melanjutkan ibadah haji. “Awalnya panik, disuruh menunggu berjam‑jam. Paspor juga tidak ada di tangan karena sedang diproses. Rasanya sangat cemas,” ujarnya. Namun, setelah petugas PPIH muncul dan memberikan bantuan, ia merasa lega dan berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

Rabiatul Adawiyah menyatakan rasa terima kasih yang sama. Ia menambahkan bahwa maskapai Garuda Indonesia juga memberikan dukungan dengan memastikan keduanya tetap berada di area khusus dan menyediakan fasilitas dasar selama menunggu. “Deg‑degan dan panik, tapi alhamdulillah ada bantuan yang tiba‑tiba datang. Terima kasih banyak untuk para petugas yang sudah membantu kami,” kata Rabiatul.

📖 Baca juga:
Pembunuhan Kalteng: Motif Konflik Lahan Terungkap, Buron Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim Ditangkap

Kejadian ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas‑instansi dalam menangani masalah visa pada masa haji massal. PPIH, KJRI, dan Kemenhaj berhasil menyelesaikan permasalahan dalam waktu singkat, sehingga kedua jemaah haji Kalteng dapat melanjutkan ibadah tanpa harus kembali ke Indonesia.

Insiden serupa juga pernah terjadi pada jemaah lain, namun respons cepat kali ini menjadi contoh keberhasilan sistem pendampingan yang telah diperkuat sejak tahun sebelumnya. Dengan lebih dari 85.000 jemaah telah tiba di Madinah pada gelombang pertama, pihak berwenang menekankan bahwa setiap masalah akan ditangani secara proaktif demi kelancaran ibadah haji tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *