Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Juli 2026 | Sorotan terbaru dalam dunia sepak bola mengungkit pertanyaan tentang penghargaan yang diberikan berdasarkan sentimen. Cristiano Ronaldo, salah satu pemain sepak bola paling terkenal di dunia, baru-baru ini dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan antara Portugal dan Kroasia di playoff Piala Dunia, meskipun mendapat rating yang relatif rendah dari Flashscore.
Menurut data dan rating dari Flashscore, Ronaldo hanya mendapatkan skor rata-rata 6,6, yang membuatnya menjadi salah satu pemain terburuk di lapangan. Ia hanya mencetak gol dari titik penalti, yang meningkatkan total golnya di Piala Dunia menjadi 11 gol, tetapi empat di antaranya berasal dari titik penalti. Selain itu, ia tidak terlalu berbahaya dan hanya menyentuh bola 25 kali dalam 81 menit pertandingan, lebih sedikit dari pemain lainnya, kecuali penjaga gawang Diogo Costa.
Penghargaan ini memicu pertanyaan tentang apakah Ronaldo menerima penghargaan ini semata-mata karena sentimen, mengingat usianya yang sudah 41 tahun dan 147 hari, membuatnya menjadi pemain tertua yang pernah bermain di playoff Piala Dunia. Namun, data menunjukkan bahwa Ronaldo tidak menunjukkan kinerja yang layak dipuji, bahkan dalam pertandingan sebelumnya melawan Kolombia, ia hanya memiliki dua sentuhan di kotak lawan dan akurasi umpan yang rendah.
Sementara itu, dalam berita lain, Chelsea masih belum menyerah dalam upaya merekrut Granit Xhaka dari Sunderland, meskipun klub tersebut menolak tawaran awal sebesar £8 juta. Chelsea percaya bahwa Xhaka siap dan mau bergabung dengan mereka musim panas ini, dan mereka berharap keinginan pemain tersebut dapat membantu mencapai kesepakatan.
Xhaka saat ini sedang bertugas dengan tim nasional Swiss di Piala Dunia dan akan menghadapi Algeria di babak 32 besar. Chelsea berharap dapat membuat kemajuan signifikan dalam negosiasi setelah pertandingan tersebut, tetapi mereka tidak akan membayar valuasi Sunderland yang mencapai £30 juta.
Kesimpulan dari kedua berita ini menunjukkan bahwa dunia sepak bola tidak hanya tentang kinerja di lapangan, tetapi juga tentang sentimen, strategi, dan negosiasi. Baik Ronaldo maupun Xhaka, kedua pemain ini memiliki peran penting dalam tim masing-masing, tetapi mereka juga harus menghadapi tantangan dan kritik yang datang dari berbagai arah.









