Uncategorized

Meksiko Akhiri Kutukan Piala Dunia Setelah 40 Tahun dengan Kemenangan 2-0 Atas Ekuador

×

Meksiko Akhiri Kutukan Piala Dunia Setelah 40 Tahun dengan Kemenangan 2-0 Atas Ekuador

Share this article
Meksiko Akhiri Kutukan Piala Dunia Setelah 40 Tahun dengan Kemenangan 2-0 Atas Ekuador
Meksiko Akhiri Kutukan Piala Dunia Setelah 40 Tahun dengan Kemenangan 2-0 Atas Ekuador

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Juli 2026 | Meksiko berhasil mengakhiri kutukan Piala Dunia setelah 40 tahun dengan kemenangan 2-0 atas Ekuador di Estadio Azteca, Kota Meksiko. Kemenangan ini memastikan Meksiko lolos ke babak 16 besar Piala Dunia.

Penampilan Meksiko sangat meyakinkan, dengan tendangan-tendangan mematikan dari Julián Quiñones dan Raúl Jiménez menjadi penentu kemenangan. Meksiko akan bertanding di babak 16 besar pada 6 Juli, kembali di Azteca, melawan Inggris atau Republik Demokratik Kongo.

📖 Baca juga:
Shakhtar Donetsk: Simbol Ketabahan Ukraina di Tengah Perang

Meksiko tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan dan menciptakan sejumlah serangan apik, terutama melalui talenta muda Gilberto Mora dan pemain berpengalaman Jiménez. Pemain yang terakhir ini gagal memanfaatkan peluang besar pertama bagi Meksiko.

Penyerang Fulham itu melepaskan sundulan keras yang melebar. Meksiko terus mencari gol pembuka, yang nyaris tercipta lewat Mora. Tendangan melengkungnya meleset tipis di depan gawang Hernán Galíndez.

Kiper berpengalaman itu tak lama kemudian melihat Ekuador tiba-tiba nyaris unggul, namun tendangan keras John Yeboah membentur tiang gawang. Tak lama setelah itu, gol pertama pertandingan akhirnya tercipta.

Quiñones berlari kencang dan tepat waktu menerima umpan terobosan dari Roberto Alvarado. Quiñones mencapai kotak penalti, memotong ke dalam, dan melepaskan tendangan keras yang tepat mengarah ke sudut dekat.

📖 Baca juga:
Ponte Preta dan Botafogo-SP Berbagi Poin di Série B

Azteca bergemuruh: 1-0. Setelah jeda minum, band mariachi kembali mengumandangkan musiknya. Umpan yang sangat buruk dari bek Ekuador, Joël Ordóñez, justru jatuh tepat di kaki Jiménez, yang melakukan satu-dua dengan Quiñones dan dengan kaki kanan melepaskan tendangan indah ke sudut atas gawang: 2-0.

Ekuador terpaksa mengejar ketertinggalan dan mencoba melalui, antara lain, Yeboah, yang memaksa kiper Meksiko Raúl Rangel bekerja keras, namun kurang efektif dalam hal serangan. Meksiko, yang belum kebobolan gol di Piala Dunia ini, nyaris menambah skor menjadi 3-0 tak lama setelahnya.

Sundulan Mora dari jarak dekat melebar. Setelah jeda, Meksiko memilih pendekatan yang lebih defensif dan membiarkan bola sebagian besar dikuasai Ekuador, yang tidak mampu mengendalikan permainan.

Meksiko kemudian nyaris memberikan pukulan telak melalui César Montes, yang sundulannya berhasil ditepis dengan gemilang oleh Galíndez, serta Johan Vásquez, yang sundulannya melebar tipis. Pertandingan tidak lagi menegangkan.

📖 Baca juga:
Dani Carvajal Resmi Tinggalkan Real Madrid Setelah 23 Tahun Berbakti

Di akhir masa tambahan waktu, Slavko Vincic dipanggil ke layar VAR. Wasit asal Slovenia itu melihat bahwa Piero Hincapié, dengan tangan menutupi mulutnya, berteriak sesuatu kepada Santiago Gimenez, sehingga bek Arsenal tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal dengan kartu merah yang tidak perlu.

Meksiko menang 2-0 dan dengan demikian tetap memelihara harapan untuk menyamai atau bahkan melampaui prestasi terbaiknya di Piala Dunia: babak perempat final pada Piala Dunia yang diselenggarakan di negaranya sendiri pada tahun 1970 dan 1986.

Kesimpulan, kemenangan Meksiko atas Ekuador ini merupakan langkah besar bagi tim untuk mencapai tujuan mereka di Piala Dunia. Dengan penampilan yang solid dan gol-gol yang indah, Meksiko telah membuktikan diri sebagai salah satu tim yang kuat di turnamen ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *