Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Juni 2026 | Isack Hadjar, pembalap muda asal Perancis, menghadapi kesulitan mesin Red Bull di Monaco Grand Prix. Meskipun demikian, ia berhasil meraih podium pertamanya di ajang Formula 1.
Hadjar mengalami masalah mesin sejak awal balapan, tetapi ia tetap fokus dan berhasil mengatasi kesulitan tersebut. Ia bahkan mengkritik mesin Red Bull, menyebutnya sebagai ‘lelucon’.
Sementara itu, rekan setimnya, Max Verstappen, mengalami kegagalan mesin pada lap pertama dan terpaksa mundur dari balapan. Verstappen sangat kecewa dengan kejadian tersebut dan menyebut mesin Red Bull sebagai ‘rusak’.
Keputusan FIA untuk menjadikan mesin Red Bull sebagai benchmark juga dipertanyakan, terutama setelah kesulitan yang dialami Hadjar dan Verstappen. Hadjar sendiri berhasil meraih posisi ketiga di Monaco GP, di belakang Andrea Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
Hadjar juga menghadapi kesulitan selama latihan bebas, ketika ia mengalami kecelakaan dan terpaksa melakukan perbaikan besar-besaran pada mobilnya. Namun, ia berhasil pulih dan meraih posisi kelima di grid start.
Red Bull Team Principal, Laurent Mekies, memuji Hadjar atas kemampuannya menghadapi kesulitan dan meraih hasil yang baik. Mekies juga menyebut bahwa tim telah bekerja keras untuk memperbaiki mobil Hadjar setelah kecelakaan di latihan bebas.
Hadjar dan Verstappen juga diinvestigasi oleh FIA karena diduga melanggar prosedur safety car. Namun, mereka tidak mendapatkan hukuman karena tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa mereka telah melanggar aturan.
Kesimpulan dari Monaco GP adalah bahwa Isack Hadjar telah menunjukkan kemampuan dan ketabahan yang luar biasa di tengah kesulitan mesin Red Bull. Ia berhasil meraih podium pertamanya di Formula 1 dan membuktikan bahwa ia adalah pembalap yang berpotensi besar.











