Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Mei 2026 | Stadion Mapei, Reggio Emilia menjadi saksi bisu bagi AC Milan yang kembali menelan kegagalan di Liga Italia 2025/2026. Pada Minggu, 3 Mei 2026, Sassuolo menundukkan Rossoneri dengan skor tipis 2-0, menegaskan kembali ancaman yang selalu mengintai ketika Domenico Berardi melangkah ke lini serang.
Gol pertama tercipta hanya lima menit setelah peluit pertama, ketika Berardi memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Milan dan menaklukkan Mike Maignan dengan tembakan voli yang tak dapat dijangkau kiper. Gol tersebut langsung mengubah dinamika pertandingan; Milan terpaksa mengejar ketinggalan sambil menahan tekanan serangan cepat I Neroverdi.
Tak lama setelah gol pembuka, Fikayo Tomori, bek tengah Milan berusia 24 tahun, terjatuh dalam duel udara dan menerima kartu merah langsung. Keputusan wasit menambah beban mental tim, memaksa pelatih Massimiliano Allegri mengganti formasi menjadi tiga bek di lini belakang. Kejadian ini memberi ruang bagi Sassuolo menambah gol melalui Armand Lauriente pada menit ke-30, yang memanfaatkan serangan balik cepat setelah Milan kehilangan keseimbangan.
Di sisi lain, Jay Idzes, bek asal Indonesia yang menjadi andalan pertahanan Sassuolo, harus meninggalkan lapangan pada menit ke-40 karena cedera otot. Penggantiannya oleh Woyo Coulibaly tidak mampu menahan gelombang serangan Milan yang dipimpin oleh duo tajam Rafael Leão dan Christian Pulisic. Meskipun kedua penyerang mencatatkan beberapa peluang berbahaya, pertahanan Milan yang sudah dirusak oleh kartu merah Tomori terus kebobolan.
Statistik akhir pertandingan menunjukkan dominasi kepemilikan bola milik AC Milan, namun efektivitas serangan mereka terhambat oleh pertahanan Sassuolo yang disiplin serta serangan balik yang cepat. Statistik tembakan ke gawang Milan hanya dua, keduanya diblokir oleh kiper Stefano Turati. Sebaliknya, Sassuolo mencatat lima tembakan tepat sasaran, dua di antaranya berbuah gol.
Kekalahan ini memiliki implikasi signifikan pada klasemen. AC Milan tetap berada di posisi tiga dengan 67 poin, namun kini hanya selisih lima poin dari Como yang menempati urutan lima, sementara tiga pertandingan tersisa. Kesempatan untuk mengamankan tiket Liga Champions menjadi semakin tipis, mengingat hanya enam poin yang masih dapat diraih secara matematis untuk lolos.
Allegri menyatakan kekecewaannya dalam konferensi pers pasca pertandingan, menyoroti pentingnya konsistensi dan ketenangan menjelang sisa musim. Ia menambahkan bahwa absennya Luka Modrić karena cedera menambah beban pada lini tengah, dan mengandalkan pemain seperti Adrien Rabiot dan Youssouf Fofana untuk mengisi kekosongan.
Sementara itu, Fabio Grosso, pelatih Sassuolo, memuji performa timnya yang mampu menahan tekanan Milan meski harus beroperasi tanpa Idzes selama dua setengah babak pertama. Grosso juga menegaskan bahwa kehadiran Berardi menjadi faktor kunci, terutama mengingat performa konsisten striker berusia 27 tahun yang telah mencetak delapan gol sepanjang musim.
Jadwal selanjutnya menambah tekanan pada kedua tim. AC Milan dijadwalkan melawan Atalanta pada 11 Mei 2026, sementara Sassuolo akan berhadapan dengan Torino pada 9 Mei 2026. Kedua laga tersebut menjadi krusial untuk menentukan nasib masing-masing dalam perebutan tiket Liga Champions.
Prediksi para analis menunjukkan bahwa AC Milan harus memperbaiki pertahanan dan mengoptimalkan peran penyerang sayap seperti Saelemaekers untuk mengimbangi serangan cepat Sassuolo. Di sisi lain, Sassuolo diharapkan tetap mengandalkan kecepatan Berardi dan kreativitas Andrea Pinamonti di lini depan.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa Sassuolo, dengan Domenico Berardi sebagai ancaman utama, tetap menjadi momok yang menakutkan bagi AC Milan. Kegagalan Milan kali ini menambah beban mental dan menurunkan peluang mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions, sementara Sassuolo memperkuat posisi menengah klasemen dengan poin penting.
Dengan sisa musim yang singkat, kedua tim harus menampilkan konsistensi dan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan masing-masing: Milan mengejar tiket Liga Champions, dan Sassuolo berusaha mengokohkan posisi menengah serta mengincar tempat di puncak klasemen.











