Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Mei 2026 | Sabtu, 2 Mei 2026, menandai babak baru transportasi kereta api di Pulau Jawa. Kereta api kelas premium KA Sangkuriang resmi meluncur perdana menghubungkan Stasiun Bandung dengan Stasiun Ketapang Banyuwangi tanpa harus transit. Upacara peresmian dipimpin oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, yang memecahkan kendi sebagai simbol keselamatan, lalu menyerahkan semboyan 40 kepada masinis sebagai tanda perintah keberangkatan.
Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menjelaskan bahwa KA Sangkuriang hadir menjawab aspirasi masyarakat yang menginginkan layanan jarak jauh yang nyaman, eksklusif, dan tanpa transit. “Kami menghadirkan standar pelayanan tinggi agar setiap perjalanan menjadi pengalaman berkesan,” ujarnya.
Rangkaian kereta terdiri dari satu gerbong Compartment dengan 16 kursi privat, empat gerbong Eksekutif Stainless Steel (total 200 kursi) dan tiga gerbong Ekonomi Stainless Steel (total 240 kursi). Selain itu, KA Sangkuriang dilengkapi satu gerbong kuliner yang menyajikan hidangan khas daerah, serta satu gerbong pembangkit listrik untuk memastikan pasokan energi selama perjalanan.
- Compartment: 16 tempat duduk, privasi maksimal.
- Eksekutif SS: 4 gerbong, masing‑masing 50 kursi, dilengkapi fasilitas hiburan.
- Ekonomi SS: 3 gerbong, masing‑masing 80 kursi, dirancang untuk kenyamanan ekonomi.
- Gerbong Kuliner: Menawarkan menu tradisional Jawa Timur seperti Tahu Walik, Batagor, dan Nasi Tempong.
Data operasional hari pertama menunjukkan antusiasme luar biasa. Total penumpang mencapai 495 orang, melampaui kapasitas 455 kursi dengan tingkat okupansi 109%. Rincinya: Compartment terisi 12 penumpang (75%), Eksekutif SS 189 penumpang (95%), dan Ekonomi SS 294 penumpang (123%) termasuk penumpang dinamis atau estafet.
Manajemen KAI Daop 9 Jember menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan seluruh pihak yang mendukung peluncuran. Mereka mengimbau calon penumpang untuk memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, yang memudahkan proses reservasi dan pembayaran.
Program kuliner “Legendary Culinary” yang dikelola PT KAI Services turut menambah nilai plus bagi penumpang. Menu yang disajikan mencakup Tahu Walik, Bakso Tahu Tulen, Nasi Tempong, serta Batagor khas Bandung. Nyoman Suardhita, Manager Corporate Communication KAI Services, menyatakan program ini akan berjalan hingga 3 Mei 2026 sebagai upaya memperkenalkan keanekaragaman kuliner Indonesia selama perjalanan panjang.
Seorang penumpang, Yuli, berbagi pengalaman: “Tahu Walik rasanya enak dan bikin nagih. Senang menikmati sajian khas sambil menatap pemandangan hijau Jawa Timur selama perjalanan,” katanya.
Keberhasilan KA Sangkuriang tidak lepas dari kerja sama erat antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemerintah daerah. Dengan menghilangkan kebutuhan transit, rute ini mempersingkat waktu tempuh antara Bandung dan Banyuwangi secara signifikan, memperkuat konektivitas ekonomi dan pariwisata di kedua ujung pulau.
Pada masa depan, KAI berencana menambah frekuensi layanan serta memperluas jaringan kereta premium serupa ke rute lain. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan darat, dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
Secara keseluruhan, peluncuran KA Sangkuriang menandai langkah strategis dalam modernisasi transportasi kereta api Indonesia, menawarkan kenyamanan, kecepatan, dan pengalaman kuliner yang unik bagi penumpang.











