Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Mei 2026 | Bek asal Italia, Federico Barba, mempertegas sikapnya menjelang laga krusial Persib Bandung melawan PSIM Yogyakarta di pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Dalam pernyataan resmi yang diambil dari laman klub, Barba menegaskan bahwa timnya tidak lagi memikirkan persaingan dengan Persija Jakarta yang akan dihadapi beberapa minggu mendatang. Menurutnya, fokus utama kini berada pada pertandingan melawan PSIM yang dijadwalkan pada Senin, 4 Mei 2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
“Kami hanya perlu memenangkan pertandingan demi pertandingan. Karena saat ini, pertandingan berikutnya adalah yang paling penting,” ujar Barba. Ia menambahkan bahwa ia tidak ingin terganggu dengan tiga laga setelahnya, termasuk konfrontasi melawan Persija yang belum memiliki jadwal stadion pasti.
Pernyataan tersebut muncul setelah Federico Barba dan rekan-rekannya merayakan golnya pada laga pekan keenam melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada September 2025. Gol tersebut menjadi bukti kontribusi penting Barba di lini pertahanan sekaligus menambah kepercayaan diri tim. Kemenangan 4-2 atas Bhayangkara FC pada pekan sebelumnya juga meneguhkan posisi Persib di puncak klasemen sementara dengan 69 poin dari 30 laga, menyusul Borneo FC Samarinda yang menempati posisi kedua dengan poin yang sama.
Berikut adalah rangkaian pertandingan penting yang harus dihadapi Persib dalam beberapa pekan ke depan:
- Pekan 31: Persib vs PSIM Yogyakarta – GBLA, 4 Mei 2026
- Pekan 32: Persib vs Persija Jakarta – Lokasi belum ditentukan, 10 Mei 2026
- Pekan 33: Persib vs Madura United – GBLA, 17 Mei 2026
- Pekan 34: Persib vs Borneo FC – GBLA, 24 Mei 2026
Barba menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa dalam empat laga terakhir yang masih tersisa. “Kami harus terus berjuang karena kami butuh kemenangan,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa tim harus menyapu bersih sisa empat pertandingan untuk mengamankan gelar juara.
Tekanan demi tekanan menumpuk pada Persib, mengingat persaingan ketat dengan Borneo FC yang memiliki selisih poin tipis. Selain itu, ekspektasi pendukung (Bobotoh) semakin tinggi setelah aksi-aksi impresif pemain asing dalam beberapa laga terakhir. Barba mengakui peran penting gol-gol tim dalam meningkatkan moral, terutama setelah berhasil melakukan remontada melawan Bhayangkara FC meski sempat tertinggal dua gol.
Strategi taktis yang diusung pelatih Umuh Muchtar juga menjadi sorotan. Pelatih menekankan pentingnya kontrol lini tengah serta transisi cepat ke lini depan, menyesuaikan dengan karakteristik Barba yang memiliki kemampuan membaca permainan dan mengeksekusi umpan-umpan panjang. Barba sendiri mengaku merasa nyaman dengan sistem yang diterapkan dan berharap dapat memberikan kontribusi defensif sekaligus membantu serangan melalui umpan-umpan berbahaya.
Sementara itu, persiapan fisik menjelang laga melawan PSIM juga intens. Tim melakukan sesi latihan khusus pada sore hari menjelang pertandingan, dengan fokus pada kecepatan, ketahanan, dan koordinasi antar lini. Barba menegaskan bahwa persiapan mental tidak kalah penting, mengingat tekanan besar dari media dan pendukung yang menuntut hasil positif.
Di luar lapangan, Barba juga menjadi sorotan publik karena pernyataannya yang menyingkirkan fokus pada Persija. Beberapa pengamat menilai sikapnya sebagai langkah profesional untuk menjaga konsentrasi tim, sementara sebagian lainnya mengkritik kurangnya ambisi untuk bersaing dengan rival tradisional. Namun, Barba tetap konsisten, menyatakan bahwa “kita harus menyelesaikan satu pertandingan demi satu pertandingan, tidak memikirkan apa yang akan datang.”
Dengan empat pertandingan tersisa, Persib berada pada posisi yang menguntungkan namun berisiko. Jika berhasil mengamankan tiga poin melawan PSIM, peluang mereka untuk mengamankan gelar juara akan semakin besar, meski tetap bergantung pada hasil Borneo FC. Barba menutup pernyataannya dengan optimism: “Kami siap untuk memberikan penampilan terbaik dan mengembalikan kebanggaan Maung Bandung kepada para pendukung.”
Keputusan strategis Federico Barba untuk memprioritaskan PSIM sebagai lawan utama menjelang akhir musim menandakan tekad Persib untuk menutup kompetisi dengan catatan kemenangan. Selanjutnya, sorotan akan beralih ke laga melawan Persija, yang meski belum menjadi prioritas, tetap menjadi ujian besar bagi tim dalam menguji konsistensi performa menjelang penutup musim.











