Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Mei 2026 | Musim Serie A 2025/2026 semakin mendekati garis finish, dan persaingan di zona bawah klasemen semakin memanas. Hingga pekan ke-35, dua klub sudah resmi turun ke Serie B, yaitu Pisa dan Hellas Verona, meninggalkan satu slot degradasi yang masih diperebutkan oleh empat tim yang berjuang keras untuk tetap berada di kasta tertinggi.
Klub yang baru saja menutup musim dengan posisi terendah, Pisa, serta Hellas Verona yang berjuang hingga akhir musim, tak mampu mengamankan poin yang cukup. Kedua tim tersebut kini harus menyesuaikan diri dengan kompetisi Serie B, sementara perjuangan klub lain semakin intens.
Empat tim yang masih berada dalam zona relegasi meliputi Cremonese, Fiorentina, Cagliari, dan Lecce. Mereka masing‑masing menempati peringkat 18, 19, 20, dan 21 dengan selisih poin yang tipis. Dari keempat tim ini, Cremonese berada di posisi 18 dengan 28 poin dari 34 laga, selisih empat poin dari zona aman yang ditempati Lecce.
Di tengah tekanan tersebut, kiper asal Indonesia, Emil Audero, menjadi suara yang paling menonjol. Audero menegaskan bahwa Cremonese bertahan masih sangat memungkinkan asalkan suporter memberikan dukungan maksimal pada tiga laga kandang yang tersisa. “Kami akan menghadapi Lazio, Pisa, dan Como di Stadio Giovanni Zini. Dukungan penonton dapat menjadi dorongan tambahan bagi kami,” ujar Audero dalam sebuah konferensi pers. Ia menambahkan, “Di tahun seperti ini, tidak mudah menemukan motivasi, namun kehadiran kalian di stadion akan sangat membantu kami meraih tiga poin penting.”
| Pertandingan | Venue |
|---|---|
| Cremonese vs Lazio | Stadio Giovanni Zini (kandang) |
| Cremonese vs Pisa | Stadio Giovanni Zini (kandang) |
| Cremonese vs Como | Stadio Giovanni Zini (kandang) |
| Cremonese vs lawan tandang terakhir | Tandang |
Statistik menunjukkan bahwa Cremonese memiliki catatan yang lebih baik di kandang dibandingkan di luar. Dari 17 pertandingan kandang, mereka mengumpulkan 12 poin, sementara di 17 laga tandang hanya 8 poin. Memanfaatkan tiga pertandingan terakhir di rumah menjadi kunci utama bagi Audero dan skuadnya.
Sementara itu, Fiorentina dan Cagliari berjuang memperkecil jarak dengan zona aman. Fiorentina, yang berada di peringkat 19 dengan 27 poin, masih memiliki selisih satu poin dari Lecce. Cagliari, di posisi 20 dengan 26 poin, harus menangkan setidaknya dua dari tiga laga terakhir untuk tetap hidup. Lecce, meski berada di peringkat 17 dengan 32 poin, tidak boleh lengah karena selisih poin dengan Cremonese masih dapat berubah drastis.
Dengan hanya empat pertandingan tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga. Jika Cremonese berhasil mengamankan dua kemenangan di kandang dan menghindari kebobolan di laga tandang, peluang mereka untuk Cremonese bertahan akan meningkat signifikan. Namun, tekanan dari lawan seperti Lazio yang berada di zona tengah klasemen dapat menjadi batu sandungan.
Secara keseluruhan, drama relegasi Serie A musim ini menciptakan atmosfer yang penuh ketegangan. Dua klub resmi turun, sementara empat tim lainnya berjuang dalam mode survival yang menuntut konsistensi, keberanian, dan dukungan suporter yang tak tergoyahkan. Semua mata kini tertuju pada Stadio Giovanni Zini, di mana harapan Cremonese untuk tetap di Serie A bergantung pada sorak sorai para pendukungnya.











