Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 April 2026 | Real Betis menelan kepedihan di Stadion La Cartuja pada laga kembalian perempat final UEFA Europa League melawan SC Braga. Setelah unggul 2-0 pada menit ke-13 lewat gol Antony dan Abde, tim buatan Manuel Pellegrini tak mampu mempertahankan keunggulan itu dan akhirnya tumbang 2-4, menutup babak Europa League mereka dengan rasa pahit.
Gol pertama tercipta pada menit ke-12 ketika Antony mengirimkan bola ke dalam kotak penalti dan berhasil menanduknya ke sudut jauh gawang. Tak lama setelahnya, pada menit ke-26, Abde menambah jarak dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak terhalang oleh kiper Braga, Pau López. Kedua gol tersebut memicu sorakan riuh di antara pendukung setia Betis, yang percaya timnya akan melaju ke semifinal.
Namun, kebahagiaan itu bersifat sementara. Pada menit ke-30, gol ketiga Betis yang diciptakan lewat kombinasi Antony‑Fidalgo‑Abde dinyatakan offside oleh VAR, menghilangkan peluang untuk mengamankan keunggulan tiga gol. Keputusan tersebut menimbulkan protes keras dari pemain dan suporter, namun keputusan wasit tetap berlaku.
Insiden selanjutnya semakin memperparah situasi Betis. Pada menit ke-38, Diego Llorente bersinggungan keras dengan Marc Bartra di dalam area sendiri, menyebabkan luka pada kepala Llorente yang membuatnya harus digantikan. Kecelakaan ini tidak menghasilkan penalti, namun memicu kebingungan di lini pertahanan Betis.
Braga segera memanfaatkan kerentanan tersebut. Pada menit ke-49, Vitor Carvalho mencetak gol balasan lewat sundulan tajam setelah sekian lama menunggu kesempatan. Hanya empat menit kemudian, pada menit ke-53, Ricardo Horta menambahkan satu lagi lewat tendangan penalti yang diberikan setelah Amrabat menyingkirkan Pau Víctor secara kontroversial. Kedua gol tersebut menyeimbangkan skor menjadi 2-2.
Kondisi semakin memburuk bagi Betis ketika pada menit ke-75, Jean‑Baptiste Gorby menambah keunggulan Braga dengan tembakan voli yang tidak terjangkau oleh kiper Pau López. Gol tersebut menutup skor 2-4, mengamankan tiket semifinal bagi Braga dan menutup mimpi Betis di kompetisi Eropa.
Statistik pertandingan mencerminkan dominasi Braga pada babak kedua. Tim Portugal mencatat 9 tembakan (5 tepat sasaran) dibandingkan 5 tembakan Betis, serta menguasai 46,1% penguasaan bola. Kedua tim masing-masing menerima tiga kartu kuning, namun tidak ada kartu merah. Peluang offside tercatat dua kali bagi Betis dan tiga kali bagi Braga.
Para pemain Betis, terutama Antony, mengekspresikan kekecewaan mereka setelah pertandingan berakhir. “Kami menyiapkan diri dengan baik, namun tidak mampu menahan tekanan pada menit-menit krusial,” ungkapnya dalam wawancara pasca laga. Pelatih Manuel Pellegrini menekankan perlunya evaluasi mendalam, terutama dalam hal konsentrasi pertahanan dan pengelolaan keunggulan awal.
Sementara itu, pelatih Braga Carlos Vicens memuji mental timnya. “Kami tidak menyerah meski tertinggal dua gol. Tekad untuk bangkit di babak kedua menjadi kunci kemenangan,” katanya.
Dengan hasil ini, Betis kini harus memfokuskan diri pada perburuan tempat kelima di LaLiga, sementara Braga melaju ke semifinal Europa League dengan harapan melanjutkan performa impresifnya.
Kesimpulannya, kegagalan Betis mengubah keunggulan 2-0 menjadi kekalahan 2-4 menyoroti pentingnya konsistensi, ketahanan mental, dan kemampuan mengelola tekanan di kompetisi tingkat tinggi. Pertandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Sevilla dalam mengejar prestasi domestik dan internasional ke depan.











