Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Mei 2026 | Pertandingan antara Chelsea vs Nottingham Forest pada pekan ke-35 Liga Inggris 2025/2026 menjadi sorotan utama setelah Forest berhasil meraih kemenangan 3-1 di kandang Stamford Bridge pada Senin, 4 Mei 2026. Kemenangan ini menambah tekanan pada The Blues yang kini berada di zona ancaman degradasi, sementara Forest mengukuhkan posisinya di peringkat 16.
Sejak peluit pertama, Nottingham Forest langsung menampilkan tekanan tinggi. Pada menit ke-2, Taiwo Awoniyi memanfaatkan sundulan dari umpan silang Dilane Bakwa untuk membuka skor, menimbulkan keheningan di antara pendukung Chelsea. Gol kedua datang lewat penalti pada menit ke-15 setelah Mala Gusto melakukan pelanggaran keras di kotak penalti, dieksekusi oleh Igor Jesus. Meskipun Chelsea berusaha bangkit, peluang penalti yang diberikan pada menit ke-33 kepada Cole Palmer gagal dipertahankan oleh kiper Forest, Matz Sels.
Menjelang jeda pertama, Chelsea masih belum mampu menyamakan kedudukan. Upaya Enzo Fernandez yang menabrak tiang gawang menambah frustrasi. Pada menit ke-52, Awoniyi kembali menjadi pahlawan dengan gol kedua, kali ini melalui penyelesaian dingin setelah menerima umpan matang dari Morgan Gibbs-White.
Babak kedua dimulai dengan intensitas yang sama. Chelsea hanya berhasil mencetak satu gol pada menit ke-90+3 melalui Joao Pedro, yang mengeksekusi tendangan salto setelah menerima umpan dari Marc Cucurella. Namun, keputusan VAR menolak gol tersebut karena posisi offside, sehingga gol resmi hanya tercipta pada menit ke-93, ketika Pedro kembali mengeksekusi salto yang kali ini sah.
Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, mengaku sangat kecewa dengan performa timnya. “Sangat kecewa dengan hasilnya, kami tidak pernah mencapai level permainan yang seharusnya kami capai hari ini,” ujarnya kepada Sky Sports. Ia menyoroti kegagalan pertahanan pada 15 menit awal, terutama dalam mengantisipasi serangan silang yang menjadi kunci dua gol Forest. McFarlane juga menambahkan bahwa kegagalan eksekusi penalti oleh Cole Palmer dan gol offside Joao Pedro menambah beban mental tim.
Sementara itu, Vitor Pereira, pelatih Nottingham Forest, memuji performa timnya. “Para pemain kembali membuktikan semangat, kualitas, dan organisasi mereka. Saya sangat senang untuk para pemain dan pendukung saya,” katanya. Pereira menilai bahwa keberhasilan taktik menekan melalui sisi sayap dan memanfaatkan peluang di tiang belakang menjadi faktor utama kemenangan.
Komentar pundit Jamie Carragher menambah perspektif kritis terhadap performa Chelsea. “Ini mengejutkan karena mereka kalah dari tim B. Tidak ada hubungan antara para pemain dan staf, para pemain dan para penggemar,” ujarnya, menambahkan bahwa Chelsea baru saja menghancurkan PSG 3-0 di final Piala Dunia Antarklub 2025, namun kini tampak kehilangan identitas.
Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin bagi Forest, tetapi juga menegaskan bahwa mereka mampu menyaingi klub-klub besar meski tidak menurunkan skuad terbaik. Di sisi lain, Chelsea kini harus menjemput poin penting di sisa pertandingan untuk menghindari degradasi, terutama mengingat mereka berada di urutan 18 dengan selisih hanya dua poin dari zona aman.
Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang, namun Forest lebih efektif dalam penyelesaian akhir dengan rasio tembakan tepat sasaran 6:3. Kedua tim masing-masing mencatat tiga tembakan sudut, namun pertahanan Chelsea tampak rapuh pada situasi bola mati.
Dengan hasil ini, klasemen Liga Inggris pekan ke-35 memperlihatkan Chelsea menurun ke urutan 18, sementara Forest tetap di peringkat 16, masih berada di ambang zona degradasi. Pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu nasib kedua klub menjelang akhir musim.
Secara keseluruhan, Chelsea vs Nottingham Forest memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi taktik, kesiapan mental, dan eksekusi akhir yang tepat dalam kompetisi yang semakin ketat.











