Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Mei 2026 | San Mamés menyaksikan pertarungan dramatis antara Deportivo Alavés dan Athletic Bilbao pada pekan ke-38 La Liga. Dengan 4-2, Athletic menutup musim dengan kemenangan penting, sekaligus menandai pertandingan terakhir Ernesto Valverde di bangku kepelatihan sebelum serah terima tugas kepada Edin Terzic.
Sejak awal pertandingan, Athletic menampilkan pola menyerang yang agresif. Nico Williams membuka skor pada menit ke-12 setelah serangan balik cepat, memanfaatkan ruang di lini pertahanan Alavés yang belum terorganisir. Dua menit kemudian, Iñaki Williams menambah keunggulan menjadi 2-0, menegaskan dominasi sayap kiri klub Basque.
Alavés berusaha bangkit lewat gol balasan pada menit ke-28 melalui Luis Rioja, namun respons Athletic tak lama setelah itu. Mikel Vesga menyumbang gol ketiga pada menit ke-35, memperlebar jarak menjadi 3-0. Gol keempat datang dari Iago Aspas pada menit ke-57, menjadikan skor 4-2. Alavés sempat mengurangi selisih pada menit ke-72 lewat gol dari Jon Guridi, namun selisih dua gol tetap tak tertembus.
- Nico Williams – gol pembuka (12′)
- Iñaki Williams – gol kedua (14′)
- Luis Rioja – gol balasan Alavés (28′)
- Mikel Vesga – gol ketiga (35′)
- Iago Aspas – gol keempat (57′)
- Jon Guridi – gol penutup Alavés (72′)
Pertandingan ini sekaligus menjadi panggung perpisahan Valverde, yang merayakan 500 penampilan bersama Athletic. Prestasinya mencakup dua trofi penting: Supercopa Spanyol 2015/16 dan Copa del Rey 2023/24. Meskipun kemenangan ini tidak mengubah posisi klasemen secara signifikan, ia menegaskan kemampuan tim untuk bangkit pada akhir musim.
Pengumuman resmi mengenai kedatangan Edin Terzic sebagai pelatih baru diumumkan pada 5 Mei 2026. Terzic, yang sebelumnya memimpin Borussia Dortmund, menandatangani kontrak dua tahun hingga akhir Juni 2028. Pengalaman beliau di sistem akademi Dortmund serta peran asisten di West Ham United dan Besiktas menjadi nilai plus bagi Athletic yang tengah menyiapkan regenerasi pemain muda.
Berita tentang transisi kepelatihan ini muncul bersamaan dengan laporan lain dalam dunia olahraga, termasuk kabar Sevilla yang berhasil keluar dari zona degradasi serta insiden pelatihan yang melibatkan pemain Real Madrid. Namun fokus utama tetap pada perubahan strategi yang akan dibawa Terzic ke Athletic. Ia dikenal dengan filosofi menyerang yang fleksibel, menekankan pengembangan talenta lokal – sebuah karakteristik yang sangat cocok dengan identitas klub yang selalu mengandalkan pemain Basque.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Terzic kemungkinan akan mengadaptasi formasi 4-3-3, memanfaatkan kecepatan sayap dan kreativitas lini tengah. Pemain seperti Unai Vencedor dan Álex Baena diprediksi akan mendapatkan peran lebih besar dalam skema baru. Di sisi lain, pertahanan tetap menjadi tantangan, mengingat kebobolan yang masih terjadi meski jumlah gol yang dicetak meningkat.
Dengan 4-2, Athletic Bilbao tetap berada di zona aman Liga Champions, sementara Alavés harus berjuang keras untuk mengamankan tempat di La Liga musim depan. Pertandingan ini menegaskan bahwa akhir musim dapat menjadi ajang penentu nasib klub, baik dari sisi hasil pertandingan maupun perubahan struktural di dalam ruang ganti.
Ke depan, sorotan akan tertuju pada persiapan preseason, di mana Terzic akan memperkenalkan filosofi barunya kepada pemain. Penggemar berharap bahwa kombinasi antara pengalaman internasional Terzic dan semangat kompetitif yang ditunjukkan dalam kemenangan melawan Alavés dapat membawa Athletic kembali ke puncak kompetisi domestik dan Eropa.











