HUKUM

Skandal TNI: Serda Yosua Tipu Rekan dan Keluarga Casis Hingga Rp 250 Juta, Sementara Serda Fauzi Menjadi Contoh Baik di TMMD 129 Bojonegoro

×

Skandal TNI: Serda Yosua Tipu Rekan dan Keluarga Casis Hingga Rp 250 Juta, Sementara Serda Fauzi Menjadi Contoh Baik di TMMD 129 Bojonegoro

Share this article
Skandal TNI: Serda Yosua Tipu Rekan dan Keluarga Casis Hingga Rp 250 Juta, Sementara Serda Fauzi Menjadi Contoh Baik di TMMD 129 Bojonegoro
Skandal TNI: Serda Yosua Tipu Rekan dan Keluarga Casis Hingga Rp 250 Juta, Sementara Serda Fauzi Menjadi Contoh Baik di TMMD 129 Bojonegoro

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Agustus 2026 | Baru-baru ini, kasus penipuan yang dilakukan oleh Serda Yosua Eltari Simanullang, anggota TNI, telah membuat heboh masyarakat. Yosua menipu rekan sesama TNI dan keluarga calon siswa (casis) TNI Angkatan Darat (AD) hingga Rp 250 juta dengan modus menjanjikan kelulusan seleksi susulan. Uang yang dikumpulkan dari keluarga para casis tersebut justru digunakan Yosua untuk bermain judi online.

Kasus tersebut terungkap dalam dakwaan yang tercantum di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Militer I-02 Medan. Yosua beraksi pada 2025 saat dia berdinas sebagai Bantuan Personel (BP) di Inspektorat Kodam (Itdam) I/Bukit Barisan. Saat itu, Yosua juga menjadi ajudan Inspektur Daerah Militer (Irdam) I/BB.

📖 Baca juga:
Polri Siap Pasang ETLE di Perlintasan Sebidang KA, Edukasi Jadi Prioritas

Posisi tersebut kemudian dimanfaatkan Yosua untuk meyakinkan dua rekannya, Wakhid Abdul Rokhman Muttaqin dan Serma Temanta Ginting. Wakhid sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ibu Kasdam I/BB, sedangkan Temanta menjabat Bintara Tinggi Urusan Dalam (Bati Tuud) di Itdam I/BB. Yosua meminta keduanya mencari calon siswa yang tidak lulus seleksi tingkat panitia daerah Sekolah Calon Tamtama (Secata) PK TNI AD Gelombang III Tahun 2025 di Kodam I/Bukit Barisan.

Kepada kedua rekannya, Yosua mengaku dapat membantu calon siswa tersebut mengikuti seleksi susulan tingkat pusat di Rindam I/BB dengan biaya Rp 50 juta. Namun, di lain tempat, terdapat contoh baik dari seorang anggota TNI. Serda Fauzi Zeyd Abdillah, salah satu anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, menunjukkan sisi kehangatan humanis dalam menjalankan tugasnya.

📖 Baca juga:
Hakim Tolak Praperadilan Eks Gubernur Lampung Arinal, Kasus Korupsi Dana PI

Di sela-sela padatnya aktivitas fisik membangun infrastruktur desa, Serda Fauzi menyempatkan diri menyapa, bermain, hingga menggendong seorang balita putra dari warga setempat. Tawa polos sang balita saat berada di dekapan prajurit TNI itu seketika mencairkan suasana. Tak ada sekat, tak ada kaku, yang tersisa hanya pemandangan hangat persaudaraan antara pengayom dan rakyatnya.

Bagi Serda Fauzi, berinteraksi dengan masyarakat bukan sekadar pengisi waktu luang di lokasi pengabdian, melainkan inti dari keberadaan TMMD itu sendiri. "Melihat anak-anak tersenyum dan masyarakat menerima kehadiran kami dengan hangat menjadi kebahagiaan tersendiri. TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat agar semakin solid," ungkap Serda Fauzi penuh ketulusan.

📖 Baca juga:
Misteri Kematian Sutrimo, Pekerja Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kehadiran Satgas TMMD ke- 129 di Desa Kesongo yang begitu menyatu dengan warga meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga sang balita. Hengki, ayah dari balita tersebut, mengaku terharu melihat ketulusan para prajurit. "Kami merasa bangga dan senang. Meski sedang sibuk bekerja membangun desa, anggota TNI masih menyempatkan diri bermain dengan anak kami. Sikap seperti ini membuat kami merasa sangat dekat dengan mereka," tuturnya.

Dalam kesimpulan, kasus penipuan yang dilakukan oleh Serda Yosua Eltari Simanullang menunjukkan bahwa masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam institusi TNI. Namun, di lain pihak, terdapat contoh baik seperti Serda Fauzi Zeyd Abdillah yang menunjukkan sisi humanis dan kepedulian terhadap masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembenahan dan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah kasus-kasus penipuan serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *