HUKUM

Sistem Hukum Adat Suku Tengger: Mengenal Cara Mereka Mengatur Komunitas

×

Sistem Hukum Adat Suku Tengger: Mengenal Cara Mereka Mengatur Komunitas

Share this article
Sistem Hukum Adat Suku Tengger: Mengenal Cara Mereka Mengatur Komunitas
Sistem Hukum Adat Suku Tengger: Mengenal Cara Mereka Mengatur Komunitas

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 31 Mei 2026 | Suku Tengger adalah salah satu masyarakat adat yang masih mempertahankan sistem hukumnya sendiri. Mereka tinggal di daerah dataran tinggi lereng Gunung Bromo, yang meliputi beberapa kabupaten di Jawa Timur seperti Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Berbeda dengan sistem hukum yang dijalankan pemerintah pusat, Suku Tengger memiliki cara tersendiri untuk mengatur kehidupan masyarakat mereka. Mereka memiliki pemimpin adat yang dipercaya menjalankan peran penting dalam komunitas mereka, yang dikenal dengan sebutan “jero” atau “kepala desa adat”.

📖 Baca juga:
Mengapa Kasus Toni Aji Berbeda Nasibnya dengan Amsal Sitepu? Kejagung Ungkap Fakta Penting

Pemimpin adat di Tengger bertanggung jawab untuk memimpin pertemuan-pertemuan komunitas, membuat keputusan bersama dengan masyarakat, dan menyelesaikan masalah atau sengketa antar warga. Selain itu, ada juga “dukun” yang memiliki peran khusus dalam struktur masyarakat.

Suku Tengger menggabungkan dua sistem pemerintahan, yaitu pemerintahan formal dan pemerintahan adat. Pemerintah formal menangani hal-hal seperti pencatatan penduduk, administrasi desa, dan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan pusat. Sementara itu, pemerintah adat menangani penyelesaian sengketa antar warga, pengaturan sumber daya bersama, dan penerapan norma-norma komunal.

📖 Baca juga:
Bank bjb Sritex: Vonis Bebas Bankir Kasus Sritex Menimbulkan Tanda Tanya

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Tengger memiliki norma-norma atau aturan-aturan yang diharapkan untuk ditaati oleh setiap orang. Norma-norma ini dibangun atas dasar empat hal, yaitu kepercayaan kepada pemimpin adat, kepercayaan bahwa sistem adat yang telah berjalan adalah yang terbaik untuk komunitas mereka, tanggung jawab terhadap komunitas, dan kesadaran akan pentingnya mempertahankan tradisi dan norma-norma komunitas.

Salah satu contoh penelitian yang dilakukan di salah satu desa Tengger menunjukkan bahwa norma-norma ini dibangun atas dasar empat hal tersebut. Masyarakat Tengger percaya kepada pemimpin adat mereka dan percaya bahwa sistem adat yang telah berjalan adalah yang terbaik untuk komunitas mereka.

📖 Baca juga:
Sindikat Penipuan Jual Beli Mobil Dibongkar, 11 Tersangka Ditangkap

Setiap anggota komunitas diharapkan memiliki tanggung jawab terhadap komunitas mereka, bukan hanya untuk keluarga sendiri, tetapi untuk semua orang. Ini menunjukkan bahwa Suku Tengger memiliki sistem hukum adat yang unik dan efektif dalam mengatur kehidupan masyarakat mereka.

Dalam kesimpulan, sistem hukum adat Suku Tengger adalah contoh dari bagaimana masyarakat adat dapat mempertahankan tradisi dan norma-norma mereka dalam mengatur kehidupan komunitas. Dengan menggabungkan sistem pemerintahan formal dan pemerintahan adat, Suku Tengger dapat mempertahankan keunikan dan kekayaan budaya mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *