Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 Agustus 2026 | Cak Sholeh, seorang pengacara senior yang dikenal vokal membela kepentingan masyarakat kecil, telah meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan. Sosok yang akrab disapa Cak Sholeh ini tidak hanya dikenang sebagai pengacara, tetapi juga sebagai pejuang demokrasi yang konsisten mengawal berbagai isu kerakyatan sejak era Reformasi 1998.
Cak Sholeh lahir di Sidoarjo pada 2 November 1975. Ia memiliki latar belakang seorang santri sekaligus alumni Tsanawiyah Tebuireng, Jombang. Dirinya merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Sholeh juga dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam gerakan mahasiswa prodemokrasi sekaligus pejuang 98 menjelang berakhirnya pemerintahan Orde Baru.
Aktivitasnya pada masa Orde Baru sempat membuat Sholeh menjalani hukuman di Penjara Kalisosok selama 1,5 tahun atas tuduhan subversif. Namun, hal itu tidak membuatnya surut untuk terus membela kepentingan masyarakat. Ia kemudian mendirikan No Viral No Justice, sebuah organisasi yang fokus membela wong cilik (rakyat kecil) yang terpinggirkan dan teraniaya.
Cak Sholeh dikenal dengan slogannya ‘No Viral No Justice’ yang menjadi simbol perjuangannya membela kebenaran dan keadilan. Ia tidak hanya membela masyarakat kecil, tetapi juga aktif dalam mengkritik penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Kehadirannya seringkali menjadi sorotan dan perhatian masyarakat, terutama di Jawa Timur.
Di luar kesibukannya sebagai pengacara dan aktivis, Cak Sholeh juga dikenal sebagai seorang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia seringkali terlibat dalam kegiatan sosial dan bakti sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan. Kepeduliannya terhadap masyarakat kecil dan keinginannya untuk membela mereka yang terpinggirkan membuatnya menjadi sosok yang dihormati dan disegani oleh banyak orang.
Sebagai seorang pengacara, Cak Sholeh memiliki komitmen yang kuat untuk membela kebenaran dan keadilan. Ia tidak pernah takut untuk menghadapi tantangan dan ancaman, bahkan ketika harus melawan mereka yang berkuasa. Kepribadiannya yang tegar dan prinsipil membuatnya menjadi contoh bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin menjadi pengacara atau aktivis sosial.
Di tengah kesedihan dan duka atas kepergian Cak Sholeh, kita tidak bisa tidak mengingat kontribusinya yang besar bagi masyarakat. Ia telah membela kepentingan masyarakat kecil, membantu mereka yang membutuhkan, dan mengkritik penyalahgunaan kekuasaan. Kehadirannya akan selalu dikenang sebagai seorang pejuang demokrasi dan keadilan yang konsisten dan gigih.
Sebagai kesimpulan, Cak Sholeh adalah seorang pengacara dan aktivis sosial yang memiliki komitmen kuat untuk membela kebenaran dan keadilan. Ia telah menjadi contoh bagi banyak orang dan akan selalu dikenang sebagai seorang pejuang demokrasi dan keadilan yang gigih dan konsisten. Kehadirannya akan selalu dirindukan, tetapi semangat dan prinsipnya akan terus hidup dalam hati dan jiwa masyarakat.











