Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 09 Juni 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Muara Enim, Edison, dan sembilan orang lainnya karena dugaan korupsi. Penangkapan ini dilakukan pada operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Selatan.
KPK juga menyita uang tunai sekitar ratusan juta rupiah dari OTT tersebut. Bupati Muara Enim dan sembilan orang lainnya ditangkap karena dugaan penerimaan suap dari pihak swasta.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka dari sektor swasta dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024. Keduanya adalah Direktur Operasional PT Makassar Toraja Ismail Adham dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama Asrul Azis Taba.
KPK juga berencana untuk memeriksa pemilik PT Makassar Tour (Maktour) dalam waktu dekat, yakni Fuad Hasan Masyhur. Lembaga anti rasuah menemukan Fuad juga menjabat sebagai Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah.
Dalam pemeriksaan Ismail, KPK menemukan Fuad melakukan pertemuan dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menambah kuota haji khusus. Permintaan Fuad dalam pertemuan tersebut akan membuat kuota haji khusus melebihi 8% dari ketentuan saat itu.
Setelah bertemu mantan Menag Yaqut, Ismail dan Azis mengatur kuota haji khusus tambahan yang tergabung dengan perusahaan masing-masing. Kuota tambahan tersebut diberikan setelah Ismail memberikan gratifikasi ke ketiga pejabat di Kementerian Agama senilai US$ 45.000 dan 16.000 Riyal.
Ketiga pejabat yang dimaksud yakni mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief, dan Kasubdit Perizinan, Akreditasi dan Bina Haji Khusus Rizky Fisa Abadi.
Sejauh ini, KPK belum menetapkan Fuad menjadi tersangka lantaran belum melalui pemeriksaan sebagai saksi. Namun, KPK berencana untuk memeriksa Fuad dalam waktu dekat.
KPK juga mengonfirmasi bahwa nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad muncul dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan nama Raffi Ahmad muncul terkait kegiatannya berkunjung ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik ke Indonesia.
KPK berencana untuk memeriksa Raffi Ahmad dalam waktu dekat. Namun, KPK belum menetapkan Raffi Ahmad sebagai tersangka lantaran belum melalui pemeriksaan sebagai saksi.
Kesimpulan, KPK menangkap Bupati Muara Enim dan sembilan orang lainnya karena dugaan korupsi. KPK juga menyita uang tunai sekitar ratusan juta rupiah dari OTT tersebut. KPK berencana untuk memeriksa Fuad Hasan Masyhur dan Raffi Ahmad dalam waktu dekat.











