Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Juli 2026 | Puluhan personel Brigade Mobile (Brimob) menjaga ketat Gedung Promoter di Mapolda Metro Jaya menjelang konferensi pers kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) batu bara PLN, PT Asabri, Krakatau Steel serta PT CBS-PT KNI.
Polisi menggeledah di 13 lokasi, termasuk restoran di Cipete, rumah di Sentul, dan Ruko di Cipete. Barang bukti yang sudah disita mencakup uang Rp 67 miliar dalam bentuk dollar Singapura, dollar Amerika Serikat, serta uang senilai Rp 476 miliar dan emas seberat 74 kilogram dari sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.
Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), membuka suara mengenai temuan uang dalam penggeledahan di kafe de’Clan, Cipete, Jakarta Selatan, dan rumah pribadi di Sentul, Bogor. Febrie mengaku rumah digeledah di Sentul memang miliknya, tetapi menegaskan tidak punya keterkaitan dengan bisnis yang diberitakan.
Febrie menyatakan aset uang tunai yang ditemukan di rumah Sentul pasti memiliki pemilik dan kegiatannya dapat ditanya. Ia menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk mengusutnya dan menegaskan tidak akan memberikan penjelasan lebih jauh mengenai aset uang tunai itu dalam sesi konferensi pers.
Sementara itu, Vicky Prasetyo baru menghubungi Fangfang setelah perempuan yang mengaku sebagai istri sirinya itu menyampaikan persoalan rumah tangga mereka ke publik. Vicky berjanji datang ke Semarang untuk persalinan, namun Fangfang ragu janji itu ditepati.
Fangfang memprioritaskan proses persalinan dan hak anak, siap menempuh jalur hukum jika janji tidak ditepati. Ia mengaku telah menerima pesan WhatsApp dari Vicky pada pukul 11.07 WIB, yang menyampaikan rencana untuk datang ke Semarang sekaligus mempersiapkan proses kelahiran anak mereka.
Komunikasi tersebut baru terjadi setelah persoalan mereka menjadi perhatian publik. Meski telah menerima pesan dari Vicky, Fangfang mengaku belum bisa langsung mempercayai rencana tersebut karena sudah terlalu sering menerima janji yang pada akhirnya tidak pernah diwujudkan.
Karena itu, Fangfang memilih untuk tidak terlalu memikirkan janji tersebut dan mengalihkan fokusnya pada proses persalinan yang akan segera dijalani.









