HUKUM

Bareskrim Ungkap Sindikat Judi Online Internasional di Jakarta

×

Bareskrim Ungkap Sindikat Judi Online Internasional di Jakarta

Share this article
Bareskrim Ungkap Sindikat Judi Online Internasional di Jakarta
Bareskrim Ungkap Sindikat Judi Online Internasional di Jakarta

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Juli 2026 | Baru-baru ini, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap kasus sindikat judi online internasional yang beroperasi di Jakarta. Sindikat ini menyamarkan aktivitas ilegalnya dengan mengaku sebagai perusahaan teknologi dan pemasaran digital.

Menurut Brigjen Wira Satya Triputra, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, sindikat judi online ini mengoperasikan ratusan situs web judi online dan melakukan promosi melalui media sosial. Mereka juga menggunakan rekening nominee dan aset digital untuk transaksi.

📖 Baca juga:
Sowan ke Solo, Jubir PSI Ahmad Ali Bercakap dengan Jokowi dan JK: Tertawa Saat JK Minta Tunjukkan Ijazah

Dalam penindakan tersebut, polisi menangkap 321 warga negara asing (WNA) di Plaza Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada tanggal 9 Mei 2026. Setelah dilakukan pendalaman, 287 WNA ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negara, termasuk China, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.

Selain itu, Bareskrim juga menetapkan empat warga negara Indonesia (WNI) sebagai tersangka kasus sindikat judi online internasional ini. Mereka memiliki peran masing-masing dalam membantu sindikat judol itu.

Kasus ini merupakan contoh dari upaya polisi untuk memberantas kejahatan cyber dan melindungi masyarakat dari dampak negatif judi online. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan tidak terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut.

📖 Baca juga:
500 Nama Bayi Perempuan Kristen dari Alkitab dan Artinya

Sementara itu, dalam kasus terpisah, Polri juga menangkap buron most wanted asal China, Zheng Rongjing, di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Zheng merupakan salah satu pemain besar dalam jaringan penipuan daring atau online scamming. Ia ditangkap setelah polisi menerima permintaan dari Interpol Beijing untuk menangkapnya jika masuk ke Indonesia.

Kasus-kasus ini menunjukkan upaya polisi untuk memberantas kejahatan dan melindungi masyarakat dari dampak negatif kegiatan ilegal. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di lain pihak, kasus Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda yang dipolisikan terkait video ceramah Jusuf Kalla juga menjadi perhatian. Mereka dilaporkan karena mengunggah potongan video ceramah JK di media sosial masing-masing. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan diharapkan dapat segera diselesaikan.

📖 Baca juga:
Bareskrim Periksa Bos PT TSL dalam Kasus Impor HP Ilegal dari Cina, Menguak Jaringan Selundup Besar

Dalam kesimpulan, kasus-kasus kejahatan yang terjadi recently menunjukkan upaya polisi untuk memberantas kejahatan dan melindungi masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *