Kesehatan

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

×

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Share this article
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: Apa yang Perlu Anda Ketahui?
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Mei 2026 | Sebuah kapal pesiar mewah, MV Hondius, telah dilanda wabah hantavirus yang mematikan, menewaskan tiga orang dan menginfeksi beberapa lainnya. Kapal tersebut, yang membawa lebih dari 140 penumpang dan awak, sedang dalam perjalanan ke Kepulauan Canary, Spanyol, setelahevakuasi tiga penumpang yang sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi wabah tersebut pada 4 Mei, dengan total tujuh kasus, termasuk tiga kematian sejak wabah dimulai pada awal April. Sebuah kasus kedelapan telah dikonfirmasi pada 6 Mei. Karena masa inkubasi penyakit ini yang relatif lama, yaitu antara satu sampai delapan minggu, kasus tambahan mungkin masih akan diidentifikasi.

📖 Baca juga:
Badan Gizi Nasional Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Meningkatkan Kualitas Gizi Masyarakat

Pejabat kesehatan di seluruh dunia sedang memantau penumpang yang turun dari kapal pada awal wabah di akhir April. Meskipun demikian, pejabat kesehatan menekankan bahwa risiko bagi masyarakat umum dari wabah ini relatif rendah.

Hantavirus bukanlah satu penyakit, melainkan sekelompok virus yang erat terkait dan ditemukan di seluruh dunia. Reservoir alami virus ini adalah hewan pengerat seperti tikus liar, tikus, dan mol. Hewan pengerat yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, namun virus tersebut bereplikasi dalam sel-sel mereka. Terkadang, virus ini dapat menyebar ke hewan lain, termasuk manusia, dan menyebabkan penyakit parah bahkan kematian.

Ada dua jenis hantavirus utama. Hantavirus jenis lama, yang umum ditemukan di Eropa dan Asia, biasanya mempengaruhi ginjal dan memiliki tingkat kematian sekitar 15% atau kurang. Hantavirus jenis baru, seperti yang menyebabkan wabah di kapal pesiar MV Hondius, umumnya ditemukan di Amerika Utara dan Selatan dan mempengaruhi paru-paru, dengan tingkat kematian sekitar 40%.

📖 Baca juga:
Nasib MBG di Tengah Penghematan dan Tekanan Anggaran

Gejala penyakit ini dimulai dengan gejala seperti flu dan dapat berkembang dengan cepat menjadi peradangan parah pada paru-paru yang menyebabkan kegagalan paru dan jantung. Seseorang yang terinfeksi hantavirus mungkin mengalami gejala dalam waktu satu sampai delapan minggu setelah paparan. Belum ada pengobatan untuk penyakit ini; dokter hanya dapat menawarkan perawatan suportif seperti hidrasi, pernapasan buatan, atau dialisis.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus suspek hantavirus telah dilaporkan di Spanyol dan Pulau Tristan da Cunha, menimbulkan kekhawatiran bahwa virus tersebut mungkin telah menyebar jauh melampaui kapal pesiar. Namun, WHO dan otoritas kesehatan setempat tetap menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat umum masih relatif rendah.

Penumpang dan awak kapal Britania yang berada di kapal pesiar MV Hondius yang terkena hantavirus akan dibawa ke rumah sakit di Merseyside untuk menjalani isolasi awal dan pemeriksaan medis setelah kembali ke Inggris. Lebih dari 20 warga negara Britania yang tersisa diharapkan terbang kembali ke Inggris dengan pesawat charter tidak lama setelah itu.

📖 Baca juga:
Kemenkes Ungkap Kondisi Dokter Myta yang Tetap Bertugas Meski Sakit

Kesimpulan, wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menewaskan tiga orang dan menginfeksi beberapa lainnya, menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran penyakit ini. Meskipun risiko bagi masyarakat umum relatif rendah, penting untuk memantau situasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran penyakit ini lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *