Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Juli 2026 | Sensus Ekonomi 2026 merupakan salah satu program pendataan besar yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia. Dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka 6, Sensus Ekonomi 2026 sedang berlangsung dan menjadi sorotan masyarakat. Program ini bertujuan untuk memotret kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh, khususnya di luar sektor pertanian, sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Sensus Ekonomi mendata seluruh aktivitas usaha atau perusahaan, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga besar di sektor non-pertanian. Cakupannya meliputi perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, konstruksi, transportasi, akomodasi dan makanan-minuman, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, pendidikan, kesehatan, serta berbagai jasa lainnya. Data yang dikumpulkan mencakup struktur ekonomi, karakteristik usaha, omset/pendapatan, penyerapan tenaga kerja, penggunaan teknologi, dan digitalisasi bisnis.
Hasil sensus ini menjadi dasar bagi penyusunan peta ekonomi Indonesia, perencanaan pembangunan, dan evaluasi program pemerintah. Tanpa data akurat, kebijakan bisa salah sasaran, misalnya dalam mendukung UMKM atau mendorong ekonomi hijau. Petugas sensus akan mendatangi unit usaha atau mengirimkan tautan kuesioner secara daring melalui WA atau email untuk metode mandiri.
Beberapa pertanyaan utama meliputi identitas, keuangan, tenaga kerja, serta digitalisasi usaha. Pertanyaan ini dirancang secara rinci agar data mencerminkan realitas lapangan. Misalnya, toko kelontong fisik akan berbeda dengan pelaku usaha digital. Detail ini membantu membedakan karakteristik antar-sektor.
Selain unit usaha, sensus juga menyentuh kondisi ekonomi rumah tangga. Pertanyaan dapat mencakup pendapatan kepala rumah tangga, pengeluaran bulanan, kepemilikan aset seperti tabungan, emas, perhiasan, properti, dan sumber penghasilan tambahan. Hal ini sering menjadi bahan diskusi karena dianggap sensitif.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi dengan menerima petugas BPS. Ia menegaskan, sensus ekonomi diharapkan bisa memotret kondisi perekonomian warga secara akurat. Hal ini dibutuhkan pemerintah untuk bisa melakukan intervensi kepada warga miskin atau yang masuk pada desil 1.
Adhy juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang sebenarnya kepada petugas selama masa pendataan yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. "Mohon didukung, diterima, dan yang paling penting menyampaikan data apa adanya, riil. Ini demi data yang akurat yang selama ini kita perlukan," tegasnya.
Progres Sensus Ekonomi Jatim sudah mencapai 20 persen, dan Sekdaprov Jatim berharap masyarakat tidak menolak petugas sensus. Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati menargetkan pada awal Juli 2026, pendataan sensus ekonomi 2026 di Jatim bisa mencapai 25 persen.
Gaji petugas Sensus Ekonomi 2026 berkisar antara Rp2,8 juta hingga Rp5,5 juta per bulan, tergantung wilayah penugasan. Petugas yang disiplin dan efisien biasanya mendapatkan honor penuh atau bahkan tambahan insentif.
Kesimpulan, Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk memotret kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Dengan mendukung pelaksanaan sensus ini, masyarakat dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Mari kita dukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang sebenarnya dan menerima petugas BPS.











