Ekonomi

Purbaya Lantik Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu, Tekankan Kedisiplinan Fiskal di Tengah Gejolak Global

×

Purbaya Lantik Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu, Tekankan Kedisiplinan Fiskal di Tengah Gejolak Global

Share this article
Purbaya Lantik Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu, Tekankan Kedisiplinan Fiskal di Tengah Gejolak Global
Purbaya Lantik Pejabat Eselon II Baru Kemenkeu, Tekankan Kedisiplinan Fiskal di Tengah Gejolak Global

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 April 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi melantik lima pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Selasa, 22 April 2026. Upacara pelantikan berlangsung di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, dan dihadiri oleh para pejabat tinggi, staf kementerian, serta media nasional. Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam rangka memperkuat struktur kepemimpinan Kemenkeu menjelang tahun fiskal yang menantang.

Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan tiga prioritas utama yang harus dijalankan oleh seluruh jajaran kementerian: kedisiplinan fiskal, pengelolaan kas yang rapi, serta stabilitas keuangan negara. “Angka defisit bukan sekadar target, melainkan sinyal keseriusan Indonesia di mata dunia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Kemenkeu bukan sekadar bendahara, melainkan otoritas yang menjaga kestabilan keuangan makro, sehingga setiap kebijakan harus dilandasi integritas dan kepemimpinan teladan.

📖 Baca juga:
Bukan cuma Antam! 6 jenis emas ini lebih menguntungkan untuk investasi emas jangka panjang

Berikut adalah lima pejabat eselon II yang dilantik beserta posisi masing-masing:

  • Rofii Edy Purnomo – Kepala Biro Advokasi, Sekretariat Jenderal.
  • Ihda Muktiyanto – Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal.
  • Ferry Ardiyanto – Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.
  • Sugeng Apriyanto – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Timur dan Utara, serta Direktur di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
  • Suska – Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.

Pelantikan kelima pejabat tersebut diharapkan dapat mengisi posisi strategis di Sekretariat Jenderal hingga DJKN, sekaligus menyiapkan landasan kebijakan yang lebih terintegrasi. Purbaya menekankan bahwa integritas harus menjadi standar baku, dan tidak ada ruang bagi praktik abu-abu di dalam birokrasi.

Sementara itu, dalam langkah yang tak kalah signifikan, Purbaya juga mengumumkan pencopotan dua Direktur Jenderal (Dirjen) Kemenkeu: Febrio Nathan Kacaribu (Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal) dan Luky Alfirman (Dirjen Anggaran). Kedua jabatan tersebut telah diisi oleh Pelaksana Harian (Plh) sejak 21 April 2026. Purbaya menjelaskan bahwa keputusan pencopotan bukan berarti mengakhiri karier mereka, melainkan memberi ruang bagi penyesuaian peran yang lebih tepat dengan keahlian masing-masing.

📖 Baca juga:
Saham BUMI Terpuruk: Tak Masuk MSCI, Penjualan Rp 700 Miliar ke Asing dalam 7 Hari

Selain dua dirjen yang digantikan, terdapat pula kekosongan pada Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) setelah Masyita Crystallin dipindahkan ke posisi strategis di PT Danantara Investment Management (Persero). Dengan tiga kursi eselon I yang kosong, Kemenkeu tengah mempercepat proses seleksi kandidat terbaik yang akan diajukan secara kolektif kepada Presiden Prabowo Subianto pada awal atau pertengahan Mei 2026.

Purbaya menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak akan mengganggu operasional kementerian. “Roda organisasi Kemenkeu tetap berputar. Kami tetap fokus pada pengelolaan keuangan negara, penyusunan anggaran yang berkelanjutan, serta menjaga stabilitas sistem keuangan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, pelantikan pejabat eselon II baru dan restrukturisasi dirjen mencerminkan tekad pemerintah untuk menegakkan disiplin fiskal di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan inflasi, volatilitas pasar keuangan, dan dinamika geopolitik. Dengan kepemimpinan yang berintegritas, Kemenkeu diharapkan dapat mempertahankan defisit yang terkendali, meningkatkan efisiensi belanja publik, serta memperkuat posisi fiskal Indonesia di kancah internasional.

📖 Baca juga:
Rupiah Menguat ke Rp 17.142 per Dolar AS: Analisis Faktor Penguat Nilai Tukar

Kesimpulannya, langkah strategis Purbaya Yudhi Sadewa dalam melantik pejabat eselon II sekaligus merombak jajaran dirjen menandai era baru bagi Kementerian Keuangan. Fokus pada kedisiplinan fiskal, pengelolaan kas yang rapi, dan stabilitas keuangan menjadi pilar utama kebijakan pemerintah untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *