Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Agustus 2026 | Industri alas kaki nasional terus menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026, dengan pertumbuhan sebesar 11,30% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan, baik dari pasar dalam negeri maupun ekspor, serta didukung iklim investasi yang masih kuat.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan bahwa pertumbuhan dua digit ini menunjukkan industri alas kaki Indonesia masih mampu berkembang meski dunia usaha menghadapi tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga pelemahan daya beli masyarakat.
Optimisme pelaku usaha juga didukung tingginya realisasi investasi di industri kulit dan alas kaki. Sepanjang 2025, realisasi investasi sektor ini mencapai Rp25,83 triliun, naik hampir 70% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, industri keramik nasional juga menyatakan siap melakukan ekspansi kapasitas produksi senilai Rp 10 triliun hingga 2028 seiring membaiknya kebijakan harga gas industri. Namun, pelaku usaha menegaskan kepastian pasokan gas menjadi faktor kunci agar rencana ekspansi tersebut dapat terealisasi.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan bahwa kebijakan penurunan harga regasifikasi LNG dan penerbitan Kepmen ESDM Nomor 281K/2026 telah memberikan kepastian berusaha bagi industri keramik nasional yang sangat bergantung pada pasokan gas.
Industri keramik telah menyiapkan ekspansi kapasitas produksi baru sebesar 105 juta meter persegi per tahun mulai semester II/2026 hingga akhir 2028. Nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp10 triliun dengan potensi penyerapan sekitar 7.500 tenaga kerja baru.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, Indonesia diproyeksikan naik menjadi produsen keramik terbesar keempat di dunia, setelah China, India, dan Brasil. Saat ini industri keramik nasional telah mempekerjakan sekitar 160.000 tenaga kerja yang tergabung dalam anggota Asaki.
Namun, Asaki menilai keberhasilan ekspansi tersebut sangat bergantung pada kelancaran pasokan gas industri. Meski pemerintah telah mengalokasikan volume gas industri melalui Kepmen ESDM No.281K/2026, realisasi penyaluran gas oleh PGN pada Juli 2026 dinilai belum optimal.
Kesimpulan, industri alas kaki dan keramik nasional siap melakukan ekspansi besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan, dengan total investasi mencapai Rp35,83 triliun. Namun, keberhasilan ekspansi tersebut sangat bergantung pada kelancaran pasokan gas industri dan kebijakan harga gas yang kompetitif.









