Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Juli 2026 | Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Pada periode ini, sejumlah produk mengalami penurunan harga, termasuk Pertamax Turbo yang kini dijual lebih murah dibandingkan bulan sebelumnya.
Selain Pertamax Turbo, penurunan harga juga berlaku untuk Dexlite dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan pada Juli 2026 setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada periode Juni.
Harga Pertamax Turbo kini turun dari kisaran Rp 20.750-21.650 per liter menjadi Rp 19.300-20.150 per liter. Dexlite juga turun dari Rp 23.000-24.000 per liter menjadi Rp 19.700-21.150 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun dari Rp 23.500-25.900 per liter menjadi Rp 21.150-25.350 per liter.
Di sisi lain, harga BBM bersubsidi Pertalite tetap dipatok Rp 10.000 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Baron juga menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga juga menaikkan harga BBM atau bahan bakar minyak jenis Pertamax Green 95 dari Rp. 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Pada 1 Juli, Pertamina menurunkan harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan atau tetap. Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga terhadap BBM Non Subsidi yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku, dengan mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia, pertimbangan aspek fiskal serta daya beli dan perekonomian masyarakat.
Pertamina juga meluncurkan program biodiesel B50 per 1 Juli 2026. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dan meningkatkan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Kesimpulan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina Patra Niaga merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. Penyesuaian harga ini juga dilakukan untuk mengikuti dinamika harga pasar minyak dunia dan pertimbangan aspek fiskal serta daya beli dan perekonomian masyarakat.











