Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Mei 2026 | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan bahwa proses negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka AS turun lebih dari 5% dan ditutup pada level US$ 98,26 per barel, sementara minyak mentah Brent juga turun dan ditutup pada level US$ 105,02 per barel.
Penurunan harga minyak ini terjadi setelah Trump mengeluarkan pernyataan bahwa pembicaraan negosiasi dengan Iran sudah memasuki tahap akhir. Namun, para pelaku pasar dan investor global tetap waspada serta berhati-hati mengenai hasil akhir dari kesepakatan damai tersebut, karena gangguan rantai pasok komoditas energi di kawasan Timur Tengah masih terus membayangi pasar.
Trump telah berulang kali membuat pernyataan optimis tentang mencapai kesepakatan dengan Iran dan mengakhiri perang dengan cepat. Namun, ketegangan kembali meningkat antara Washington dan Teheran karena Teheran memblokade Selat Hormuz dan Washington memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Selat Hormuz adalah salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia untuk pasokan minyak dan gas.
Citibank memperingatkan gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan di Hormuz dan memperkirakan harga Brent akan mencapai US$ 120 per barel dalam waktu dekat. Sementara itu, lembaga riset energi Wood Mackenzie memperkirakan harga minyak mentah bisa mendekati level US$ 200 per barel jika wilayah jalur pelayaran kritis Selat Hormuz tetap ditutup sebagian besar hingga akhir tahun ini.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, memberikan respons yang menunjukkan sinyal positif dari Teheran. Baghaei menyampaikan bahwa negaranya siap bekerja sama demi keamanan jalur logistik laut.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa harga minyak dunia sangat dipengaruhi oleh situasi geopolitik, terutama ketika terjadi konflik antara negara-negara besar seperti AS dan Iran. Oleh karena itu, para pelaku pasar dan investor harus tetap waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di sektor energi.











