Ekonomi

Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan: Apa yang Terjadi?

×

Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan: Apa yang Terjadi?

Share this article
Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan: Apa yang Terjadi?
Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Kian Tertekan: Apa yang Terjadi?

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Juni 2026 | Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat setelah nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut menambah tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami pelemahan.

Berdasarkan data pasar, kurs dolar AS tercatat bergerak di atas level Rp18.000. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga daya beli masyarakat.

📖 Baca juga:
Saham BBCA Melemah, Apa Penyebabnya?

Mengacu pada data Investing, dolar AS menguat sekitar 49,4 basis poin atau 0,28 persen dan berada di level Rp18.015. Sepanjang perdagangan harian, pergerakan dolar AS berada dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 seiring kuatnya sentimen eksternal yang mendorong penguatan dolar AS. Salah satunya dipicu ketegangan AS dan Iran.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah akan berlangsung fluktuatif, tetapi cenderung melemah hingga mendekati level psikologis 18.000 per dolar AS.

📖 Baca juga:
Euphoria di Balik Krisis: Ekonomi Korea Selatan dan Dampaknya pada Industri Hiburan

Menanggapi pelemahan rupiah yang terus berlanjut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bank sentral akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.

Kondisi ini membuat tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah, semakin besar. Akibatnya, biaya impor berpotensi meningkat dan berdampak pada harga sejumlah barang maupun bahan baku yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Level Rp18.000 juga menjadi perhatian karena merupakan salah satu batas psikologis penting dalam pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS. Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah terus melemah dan menyentuh level tersebut.

📖 Baca juga:
Ras Al Khaimah: Dari Surga Alam ke Pusat Petualangan Turisme Gulf yang Menargetkan 3,5 Juta Wisatawan 2030

Untuk mengetahui nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, masyarakat dapat menggunakan mesin pencari seperti Google atau aplikasi konversi mata uang. Selain itu, masyarakat juga dapat memantau pergerakan nilai tukar rupiah melalui situs web Bank Indonesia atau media lainnya.

Kesimpulan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada berbagai sektor ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *