Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 April 2026 | Insiden yang mengguncang publik pada pertengahan April 2026 melibatkan rombongan pejabat tinggi, termasuk mantan anggota DPR RI Arteria Dahlan, yang melakukan foto‑foto di tikungan berbahaya Panorama I Sitinjau Lauik, Sumatera Barat. Video yang menampilkan kendaraan patroli polisi berhenti di tengah jalan, lalu rombongan keluar untuk berpose, cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu pertanyaan tentang prosedur pengawalan, etika pejabat, serta konsekuensi disiplin bagi aparat kepolisian.
Menurut pernyataan Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, rombongan tersebut merupakan delegasi Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Kota Solok. Pengawalan dijalankan oleh anggota Satlantas Polres Solok, Briptu SAN dan Bripda SA, yang kemudian diperiksa oleh Propam Polda Sumbar. Mas’ud menjelaskan bahwa pada pukul 09.00 WIB, saat melintasi Kelok Sitinjau Lauik, terdapat koordinasi awal antara pihak Pusri dan petugas pengawal untuk berhenti sejenak. Namun, jaringan komunikasi terputus, menyebabkan miskomunikasi yang berujung pada keputusan kendaraan patroli menurunkan kecepatan dan berhenti di lokasi.
Mas’ud menambahkan bahwa keputusan mengatur arus lalu lintas di tikungan tersebut diambil secara inisiatif oleh anggota patwal karena kondisi jalan yang sempit dan kendaraan dari arah berlawanan. “Kami tidak berniat mengganggu lalu lintas, namun situasi tidak memungkinkan, sehingga anggota turun untuk mengatur,” ujarnya. Meski demikian, Mas’ud menegaskan bahwa bila ditemukan pelanggaran SOP, aparat akan dikenai tindakan disiplin sesuai aturan.
Reaksi publik tidak hanya berfokus pada tindakan pengawalan, melainkan juga pada penampilan rombongan yang dianggap mengabaikan keselamatan. Video memperlihatkan truk‑truk besar terpaksa menunggu giliran melintasi tikungan, menimbulkan kemacetan dan potensi bahaya. Kejadian ini menjadi viral dalam hitungan jam, memicu kecaman netizen yang menuduh penyalahgunaan fasilitas negara.
- 6 April 2026: Rombongan PT Pusri Palembang, termasuk mantan DPR Arteria Dahlan, berangkat dari Padang menuju Solok.
- 09.00 WIB: Kendaraan patroli polisi melakukan pengawalan, terjadi koordinasi awal namun terputus.
- Sesaat kemudian: Rombongan berhenti di tikungan Sitinjau Lauik, turun, dan melakukan sesi foto‑selfie.
- Setelah video viral: Kapolres Mas’ud Ahmad meminta maaf publik dan menyiapkan evaluasi internal.
- 15‑17 April 2026: Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, dimutasi sebagai bagian dari penataan jabatan.
Pihak Polres Solok juga mengkonfirmasi bahwa selain Kapolres, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim juga mengalami penyesuaian jabatan, yang menurut Kasi Humas Polres, AKP Edy Yuhendra, merupakan prosedur standar dalam organisasi Polri. Mutasi tidak secara eksplisit mengaitkan pejabat dengan insiden, namun menjadi sinyal adanya langkah korektif dalam rangka menegakkan akuntabilitas.
Di sisi lain, mantan DPR Arteria Dahlan, yang menjadi sorotan utama, belum memberikan pernyataan resmi terkait video tersebut. Namun, keberadaannya dalam rombongan yang didampingi oleh pengawal resmi menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan penggunaan sumber daya kepolisian untuk kepentingan pribadi atau korporasi.
Insiden Sitinjau Lauik menyoroti tiga aspek krusial: pertama, pentingnya komunikasi yang jelas antara pihak korporasi dan aparat keamanan; kedua, kepatuhan terhadap prosedur SOP dalam pengawalan, terutama di wilayah dengan kondisi jalan ekstrem; ketiga, transparansi dan tanggung jawab pejabat publik dalam menggunakan fasilitas negara. Pemeriksaan lanjutan oleh Propam Polda Sumbar diharapkan dapat mengungkap apakah terdapat pelanggaran disiplin atau penyalahgunaan wewenang.
Kesimpulannya, peristiwa foto‑foto di Tikungan Sitinjau Lauik menjadi cermin dinamika antara politik, industri, dan aparat keamanan di Indonesia. Penegakan aturan, penyesuaian jabatan, serta evaluasi internal menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan mencegah kejadian serupa di masa depan.











