Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Juni 2026 | Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, disebut-sebut bakal masuk jajaran kabinet Merah Putih Prabowo Subianto. Sinyal ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang membuka kemungkinan masuknya Said Iqbal ke dalam jajaran kabinet.
Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Meski kini dikenal sebagai pimpinan buruh, ia memiliki latar belakang pendidikan yang sangat mentereng. Said tercatat sebagai juara umum saat lulus dari SMAN 51 Jakarta pada 1987.
Ia kemudian menempuh pendidikan di Politeknik Teknik Mesin Universitas Indonesia, meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Mesin di Universitas Jaya Baya, dan menyandang gelar Master Ekonomi (S2) dari Universitas Indonesia. Meski punya gelar akademik tinggi, Said Iqbal justru memilih mengabdikan dirinya di garis depan perjuangan kaum buruh.
Perjuangan nyata Said Iqbal berhasil melahirkan program jaminan kesehatan BPJS. Said Iqbal merupakan lulusan S2 UI dengan rekam jejak aktivisme mentereng. Partai Buruh mendorong Prabowo-Gibran untuk meninjau kembali Undang-Undang Cipta Kerja, terutama ketentuan yang mengatur sektor ketenagakerjaan.
Partai Buruh meminta pemerintah mewujudkan sistem pengupahan yang layak bagi pekerja. Organisasi tersebut juga mendorong penghapusan sistem kerja outsourcing yang selama ini menjadi salah satu isu utama dalam perjuangan buruh.
Di sektor agraria, Partai Buruh berharap pemerintah melanjutkan agenda reforma agraria untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber ekonomi produktif. Partai tersebut juga meminta pemerintah memperkuat kebijakan yang mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Yorrys Raweyai menyatakan, kehadiran tokoh buruh dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Presiden Prabowo Subianto dalam mencari solusi atas berbagai persoalan nasional.
Presiden Prabowo Subianto tengah mempertimbangkan Said Iqbal untuk masuk ke dalam jajaran pemerintahan. Prasetyo sebelumnya menyampaikan kemungkinan Said akan ditempatkan dalam posisi yang berkaitan dengan buruh dan tenaga kerja.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mempertimbangkan peran aktif kaum buruh dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, diharapkan kebijakan yang dihasilkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.









