Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 April 2026 | Pada minggu pertama April 2026, wilayah DKI Jakarta mengalami dua kali pemadaman listrik yang menimbulkan kepanikan sementara di kalangan pengguna energi. Insiden pertama terjadi pada Kamis, 23 April, ketika sekitar 13 gardu induk dari total 76 gardu mengalami gangguan teknis. Mayoritas pelanggan kembali menyala pada pukul 12.23 WIB, sementara sisanya dipulihkan pada sore hari. Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto, penyebab utama masih dalam penyelidikan, namun dipastikan berkaitan dengan kendala teknis pada sistem kelistrikan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengonfirmasi bahwa dirinya juga terdampak oleh pemadaman tersebut. Ia menegaskan koordinasi intensif antara Dirjen Ketenagalistrikan dan PLN untuk menelusuri akar masalah serta mempertimbangkan penggantian peralatan di beberapa gardu yang terpengaruh. “Kami berupaya memastikan tidak ada kejadian serupa di masa mendatang,” ujar Yuliot dalam pernyataan resmi pada Jumat, 24 April.
Selain gangguan tak terduga di Jakarta, PLN secara rutin menjadwalkan pemadaman listrik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 24 April 2026. Pemadaman ini merupakan bagian dari program pemeliharaan jaringan yang meliputi wilayah Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. Waktu pemadaman berbeda-beda menurut Unit Layanan Pelanggan (ULP):
- ULP Yogyakarta & Wonosari: 09.00–11.30 WIB, mencakup beberapa padukuhan di Sumberwungu dan Giripanggung.
- ULP Sedayu (pagi): 09.00–11.00 WIB, meliputi area industri dan perumahan di Sewon.
- ULP Sedayu (siang): 13.00–16.00 WIB, menargetkan wilayah Pedukuhan Palbapang, Gesikan, dan sekitarnya.
- ULP Sleman: 13.30–16.30 WIB, mencakup ratusan padukuhan serta perumahan di Kalasan dan sekitarnya.
PLN mengimbau warga untuk menjaga jarak aman dari jaringan listrik, melaporkan gangguan melalui call center 0274-123 atau aplikasi PLN Mobile, serta tidak menempatkan bangunan atau tiang antena dalam jarak kurang dari 2,5 meter dari tiang listrik.
Di luar konteks teknis, bencana alam juga berkontribusi pada pemadaman listrik. Pada Rabu, 22 April, Kabupaten Tapanuli Utara (Sumatera Utara) dilanda banjir bandang yang merusak infrastruktur, termasuk jaringan listrik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Kamis, 23 April, jaringan listrik di wilayah terdampak masih padam, memaksa lebih dari 150 kepala keluarga mengungsi ke gereja dan kantor desa.
Data operasional menunjukkan bahwa sistem kelistrikan Jawa-Bali (Jamali) masih berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya di atas 50 persen pada periode puncak. Rata-rata beban puncak DKI Jakarta berkisar 5.700 megawatt, didukung oleh jaringan transmisi 500 kV dan 150 kV. Meskipun cadangan daya mencukupi, insiden pada April menimbulkan pertanyaan tentang kerentanan jaringan di tengah pertumbuhan konsumsi energi yang terus meningkat.
Selain pemadaman tak terduga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan tiga kali pemadaman lampu terkoordinasi pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penghematan energi dan pengurangan emisi karbon. Jadwal tersebut meliputi 25 April (Hari Bumi), 13 Juni (Hari Lingkungan Hidup), dan 26 September (Hari Ozon Sedunia). Pemadaman lampu ini akan dilaksanakan secara serentak pada pukul 20.30–21.30 WIB dan mencakup gedung pemerintah, jalan protokol, serta beberapa monumen ikonik kota.
Keseluruhan rangkaian peristiwa menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Upaya pemeliharaan rutin, peningkatan infrastruktur, serta kebijakan penghematan energi menjadi kunci untuk mengurangi frekuensi gangguan di masa depan.











