Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Juni 2026 | Pemerintah memastikan bahwa pelatihan dasar militer (Latsarmil) komponen cadangan (Komcad) akan mempengaruhi jenjang karir aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi peserta latihan. Menurut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini, Latsarmil ini tentunya akan dicatat sebagai salah satu bagian dari kompetensi yang bersangkutan dan tentu akan berbanding lurus dengan sistem karier yang bersangkutan.
Setiap ASN mempunyai kewajiban mengikuti program pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran (JP) per tahun, sedangkan untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) memiliki kewajiban 24 JP per tahun. Dengan mengikuti Latsarmil yang berlangsung selama 1,5 bulan, Rini memastikan para ASN Komcad telah memenuhi jam pelajaran minimal yang telah ditentukan.
Capaian tersebut juga akan menjadi salah satu faktor untuk para pegawai mendapatkan kemajuan karir di instansi masing-masing. Namun demikian, Rini berharap para ASN tidak hanya mengharapkan peningkatan karir setelah menjadi Komcad. Dia berharap para ASN semakin memiliki jiwa nasionalisme tinggi, disiplin dan dapat diandalkan di instansi masing-masing.
Sebelumnya, sebanyak 1.758 ASN telah selesai menjalankan pelatihan Latsarmil Komcad gelombang I. Mereka mengikuti pendidikan militer di beberapa satuan TNI di antaranya Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Skadron Pendidikan (Skadik) 301, Pusat Bahasa TNI Angkatan Udara (Pusbahasa TNI AU), Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya, dan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Cilandak.
Selama satu setengah bulan, mereka mendapatkan banyak ilmu mulai dari pelatihan dasar militer seperti praktik menembak, simulasi operasi militer hingga materi secara teori di bidang nasionalisme dan kedisiplinan. Setelah menyelesaikan pendidikan militer, para ASN Komcad akan dikembalikan ke instansi masing-masing untuk kembali bertugas.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto memastikan pihaknya siap menggelar program Latsarmil gelombang II untuk 2.300 aparatur sipil negara (ASN) yang akan menjadi komponen cadangan (Komcad). Pelatihan ini akan berlangsung selama 1,5 bulan dan materi yang diajarkan mulai dari pelatihan dasar seperti praktik menembak, simulasi operasi militer hingga materi secara teori di bidang nasionalisme dan kedisiplinan.
Donny berharap dengan adanya Latsarmil ini, ASN yang sudah menjadi Komcad dapat semakin semangat dalam menjalankan tugas pelayanan terhadap masyarakat dan negara. Pihaknya membuka kuota lebih besar dari yang semula 2.000 menjadi 2.300 untuk memenuhi target jumlah ASN Komcad tahun ini yakni sebanyak 4.000.
Kesimpulan, pemerintah memastikan bahwa pelatihan dasar militer (Latsarmil) komponen cadangan (Komcad) akan mempengaruhi jenjang karir aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi peserta latihan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan ASN dalam menjalankan tugas pelayanan terhadap masyarakat dan negara.











