BERITA

Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api: Pelajar MAN 1 Kota Kediri Tewas Tertemper KA Dhoho

×

Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api: Pelajar MAN 1 Kota Kediri Tewas Tertemper KA Dhoho

Share this article
Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api: Pelajar MAN 1 Kota Kediri Tewas Tertemper KA Dhoho
Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api: Pelajar MAN 1 Kota Kediri Tewas Tertemper KA Dhoho

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Juli 2026 | Sebuah kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (21/7/2026) sore. Seorang pelajar MAN 1 Kota Kediri tewas usai tertemper KA Dhoho yang melintas dari arah Kediri menuju Tulungagung.

Peristiwa tragis tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial. Lokasi kejadian berada di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 265 Kilometer 172+7/8 petak jalan Kras-Ngadiluwih, Desa Jambean, Kecamatan Kras.

📖 Baca juga:
HK: Sisi Lain dari Kota yang Tak Pernah Tidur, Dari Aktivis Hingga Korupsi

Korban diketahui merupakan seorang pelajar kelas XII MAN 1 Kota Kediri berinisial M.S. (17), warga Kecamatan Kras. Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSU Arga Husada Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Kapolsek Kras, AKP Agus Salim, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan pengendara sepeda motor di perlintasan tanpa palang pintu tersebut. "Benar, telah terjadi kecelakaan antara Kereta Api Dhoho dengan pengendara sepeda motor di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jambean. Korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut," jelas AKP Agus Salim saat dikonfirmasi.

Agus menjelaskan, sekitar pukul 15.50 WIB, Polsek Kras menerima laporan dari perangkat Desa Jambean mengenai adanya kecelakaan kereta api di perlintasan tersebut. Petugas kepolisian kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 3513 EAC dari arah timur menuju barat. Saat melintasi rel kereta api tanpa palang pintu, di saat bersamaan melintas Kereta Api Dhoho jurusan Kediri-Tulungagung hingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan keras mengakibatkan sepeda motor korban mengalami kerusakan cukup parah. Sementara korban terpental dan mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.

📖 Baca juga:
Mesir Dorong Kerja Sama Ekonomi dengan Afrika dan Korea Selatan

Keluarga korban meminta doa dari masyarakat agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Duka mendalam menyelimuti keluarga korban yang ditinggalkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat berharga akan besarnya bahaya yang mengintai di perlintasan tanpa penjaga. Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian sembari mengumpulkan bukti penyebab pasti peristiwa tragis itu.

Kecelakaan maut ini juga menyadarkan pentingnya kesadaran dan disiplin para pengguna jalan saat melintasi jalur rel. Maraknya pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang masih menjadi persoalan krusial yang mengancam keselamatan perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bergerak cepat memperkuat mitigasi melalui edukasi langsung di titik-titik rawan perlintasan. Persoalan perlintasan sebidang kian kompleks seiring dengan pesatnya pertumbuhan volume kendaraan dan meningkatnya mobilitas harian masyarakat.

Kerentanan ini berpotensi memicu kecelakaan fatal apabila kesadaran dan disiplin para pengguna jalan saat melintasi jalur rel masih tergolong rendah. Sebagai langkah konkret pencegahan, KAI Divre II Sumbar menggelar aksi sosialisasi keselamatan dengan melibatkan institusi pendidikan.

📖 Baca juga:
Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026: Tanggal Merah dan Potensi Long Weekend

Aksi difokuskan di perlintasan sebidang KM 0+805 petak jalan Padang–Pulau Air, Jalan Stasiun Nomor 1, Simpang Haru, Kota Padang. Sebelum terjun membagikan imbauan kepada pengendara di jalan raya, puluhan mahasiswa, siswa, dan guru pembimbing dibekali pemahaman teknis mengenai sistem operasional perkeretaapian.

Di lokasi, para peserta melakukan kampanye simpatik berupa pembagian stiker keselamatan, penyampaian imbauan melalui pengeras suara, hingga pembentangan spanduk ajakan disiplin berkendara. Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa sosialisasi di perlintasan sebidang merupakan agenda preventif berkelanjutan.

Kolaborasi dengan sektor pendidikan dinilai strategis untuk menanamkan pemahaman akan bahaya perlintasan sebidang secara lebih masif dan menjangkau lintas generasi. Dengan demikian, diharapkan kesadaran dan disiplin para pengguna jalan dapat ditingkatkan, sehingga kecelakaan maut seperti ini dapat dicegah di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *