Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Mei 2026 | Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan program penanaman jagung yang dijalankan Polri sukses menghasilkan 3,9 juta ton jagung sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan pada target swasembada pangan nasional.
Hal ini dikatakan Kapolri saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menurut Kapolri, capaian tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional pada 2025 sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton dibandingkan periode sebelumnya.
Ia menjelaskan Polri masih memiliki potensi pengembangan lahan jagung pada tahun 2026 seluas 1,37 juta hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sigit memaparkan panen raya kuartal I yang digelar pada 8 Januari 2026 dilakukan pada lahan seluas 91 ribu hektare dengan hasil mencapai 884.129 ton jagung.
Sementara pada panen raya kuartal II/2026 yang dipimpin Presiden Prabowo di Tuban, luas lahan yang dipanen mencapai 189.760 hektar dengan potensi hasil sekitar 1,23 juta ton. Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Kapolri mengatakan koperasi membeli jagung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram sehingga menghasilkan margin keuntungan Rp500 per kilogram. Menurut Sigit, pola tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani.
Secara khusus di Kabupaten Tuban, Polri melakukan panen raya di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare yang dikelola empat kelompok tani, yakni KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia.
Dari luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan.
Selain panen raya jagung, agenda di Tuban juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Polri telah membangun 1.376 SPPG untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan SPPG menjadi bagian dari dukungan Polri pada penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Dari total 1.376 SPPG tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, 172 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 468 unit masih dalam proses pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Seluruh SPPG tersebut diproyeksikan mampu melayani jutaan penerima manfaat, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor pangan dan layanan gizi. Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja.
Kapolri menegaskan pengembangan SPPG tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi.
Ia juga memastikan seluruh operasional SPPG memenuhi standar keamanan pangan dan kelayakan layanan untuk menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat.
Program MBG menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Selain membangun SPPG, Polri juga terlibat dalam penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan gudang pangan, dukungan distribusi hasil pertanian, hingga pengembangan kawasan pangan terpadu di sejumlah daerah.
Kegiatan di Tuban turut dirangkaikan dengan panen raya jagung serentak kuartal II/2026 dan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri untuk mendukung stabilitas pasokan pangan nasional.
Kesimpulan, upaya Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis dan penguatan ketahanan pangan nasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.









