BERITA

Kisah Inspiratif Jemaah Haji Disabilitas Asal Aceh

×

Kisah Inspiratif Jemaah Haji Disabilitas Asal Aceh

Share this article
Kisah Inspiratif Jemaah Haji Disabilitas Asal Aceh
Kisah Inspiratif Jemaah Haji Disabilitas Asal Aceh

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Mei 2026 | Muhammad Erlita, jemaah haji disabilitas asal Aceh Selatan, telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk melaksanakan ibadah haji. Setelah menanti selama 14 tahun, Erlita akhirnya tiba di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Erlita yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ 09 mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAZ), Jeddah, pada Kamis (14/5) pukul 21.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Ia langsung disambut hangat oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

📖 Baca juga:
Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia: Gelombang Tinggi di NTT, Hujan Lebat di Jawa Tengah, dan Risiko Panas bagi Jemaah Haji

Perjalanan menuju Tanah Suci ini bukanlah perjalanan singkat bagi Erlita. Ia mengaku sudah memendam niat dan mendaftarkan diri sejak belasan tahun silam. Erlita tidak datang sendirian, ia didampingi oleh istri tercintanya yang setia menemani sepanjang perjalanan ibadah ini.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah haji reguler Indonesia yang sebelumnya berada di Madinah kini telah tiba di Makkah. Fase ini menjadi penanda penguatan layanan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

📖 Baca juga:
Satgas PRR Pastikan Penyintas Bencana Sumatera Nyaman Tinggal di Huntara

Kemenhaj juga mengimbau jemaah mulai menghemat energi, menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak di luar hotel, terutama pada siang hari. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar ibadah, dan Armuzna membutuhkan stamina yang baik.

Kemenhaj memberikan kebebasan pada jemaah haji dalam memilih pelaksanaan penyembelihan dam sesuai keyakinan fiqih masing-masing. Pemerintah menghormati perbedaan pandangan ulama terkait lokasi penyembelihan dam haji.

📖 Baca juga:
Remaja Bali Berusia 15 Tahun Kaget Didaftarkan Haji Sejak SD, Kini Siap Berangkat ke Tanah Suci

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa mereka tidak memihak salah satu fatwa dalam persoalan dam haji. Pemerintah hanya memfasilitasi seluruh pandangan fiqih yang memiliki dasar kuat.

Dalam beberapa hari mendatang, jemaah haji Indonesia akan melaksanakan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kemenhaj berharap seluruh jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *