Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 16 Agustus 2026 | Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) telah menjalani penugasan panjang di Timur Tengah dalam mendukung operasi militer AS melawan Iran. Kapal ini telah berada di laut selama lebih dari 260 hari dan tidak melakukan kunjungan pelabuhan selama lebih dari 200 hari.
Menurut laporan, kapal induk ini membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir. Mereka telah melakukan ribuan misi tempur dalam mendukung Operasi Epic Fury dan misi keamanan regional. Namun, laporan juga menyebutkan bahwa kondisi awak kapal mulai memburuk akibat penugasan yang panjang.
Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, baru-baru ini mengunjungi kapal induk USS Abraham Lincoln. Ia mengakui bahwa kapal ini telah menjalani penugasan yang sangat panjang dan memuji dedikasi dan keberanian awak kapal.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln akan segera digantikan oleh kapal induk lain. Ia juga mengatakan bahwa AS akan segera mengumumkan bahwa Selat Hormuz adalah wilayah AS.
Kapal induk USS George Washington (CVN-73) dilaporkan telah berlayar menuju Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Pergerakan ini menandai perubahan strategi militer AS di kawasan tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, terjadi beberapa insiden keamanan di Selat Hormuz, termasuk serangan terhadap kapal minyak milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Insiden ini menambah ketegangan antara AS dan Iran.
Kondisi awak kapal USS Abraham Lincoln menjadi perhatian serius bagi pemerintah AS. Menteri Angkatan Laut sementara, Hung Cao, mengeluarkan pernyataan bahwa kondisi awak kapal telah memburuk akibat penugasan yang panjang.
Menjelang akhir penugasannya, USS Abraham Lincoln telah meninggalkan jejak yang signifikan dalam operasi militer AS di Timur Tengah. Namun, kondisi awak kapal dan ketegangan di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah AS.











