Internasional

Konflik Ukraina-Rusia Memburuk, Ancaman Kebangkrutan dan Serangan Udara

×

Konflik Ukraina-Rusia Memburuk, Ancaman Kebangkrutan dan Serangan Udara

Share this article
Konflik Ukraina-Rusia Memburuk, Ancaman Kebangkrutan dan Serangan Udara
Konflik Ukraina-Rusia Memburuk, Ancaman Kebangkrutan dan Serangan Udara

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Mei 2026 | Konflik antara Ukraina dan Rusia semakin memburuk, dengan ancaman kebangkrutan yang menghantui Rusia dan serangan udara yang terus berlanjut. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa Rusia menuju kebangkrutan akibat defisit anggaran besar selama lima bulan terakhir, dipicu serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia.

Zelenskyy menegaskan bahwa kapasitas produksi minyak Rusia turun sekitar 10 persen karena penangguhan ratusan sumur, dan serangan jarak jauh Ukraina dianggap efektif menekan pendapatan perang Moskow. Sementara itu, Rusia melalui juru bicara Dmitry Peskov menyerukan kelanjutan negosiasi damai dengan Ukraina yang sempat terhenti, berharap Amerika Serikat kembali berperan sebagai mediator utama.

📖 Baca juga:
AS Serang Dua Kapal Sipil Menuju Iran, 5 Orang Tewas, Iran Ancam Balas

Dalam beberapa hari terakhir, terjadi serangan udara besar-besaran dari Ukraina ke wilayah Rusia, dengan lebih dari 550 drone diluncurkan ke Rusia. Serangan ini menyebabkan tiga orang tewas di wilayah Moskwa dan satu orang di wilayah Belgorod. Militer Rusia mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 556 drone, dengan 30 drone lainnya dinetralisir setelah fajar.

Sebagai respons, Rusia menggelar latihan senjata nuklir selama tiga hari yang melibatkan ribuan pasukan di seluruh negeri. Latihan ini berlangsung di tengah lonjakan serangan pesawat tanpa awak (drone) dari Ukraina yang berhasil menembus wilayah ibu kota, serta bertepatan dengan agenda kunjungan kenegaraan Presiden Vladimir Putin ke China.

📖 Baca juga:
Indonesia Siapkan Pasokan Minyak Murah dari Rusia, Bahlil Janji Harga Kompetitif

Sementara itu, Perdana Menteri Latvia, Evika Silina, memutuskan mundur dari jabatannya setelah insiden drone Ukraina memicu krisis politik dan hilangnya dukungan dari koalisi pemerintahan. Militer Latvia mengumumkan peringatan darurat di wilayah timur akibat dugaan masuknya drone asing, dengan NATO segera mengerahkan jet patroli udara.

Konflik antara Ukraina dan Rusia ini semakin kompleks, dengan ancaman kebangkrutan, serangan udara, dan latihan senjata nuklir yang terus berlanjut. Diperlukan upaya diplomatik yang serius untuk menyelesaikan konflik ini dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

📖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Turun Tipis Setelah Rencana Trump Keluarkan Kapal dari Hormuz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *