BERITA

Cuaca Ekstrem di Indonesia: BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras dan Kemarau

×

Cuaca Ekstrem di Indonesia: BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras dan Kemarau

Share this article
Cuaca Ekstrem di Indonesia: BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras dan Kemarau
Cuaca Ekstrem di Indonesia: BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras dan Kemarau

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Juni 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengungkapkan penyebab hujan deras yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Sumatera Utara. Menurut Prakirawan BBMKG Wilayah I, Nensy Nindy Tambunan, ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan potensi hujan di Sumatera Utara, yaitu aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin di wilayah Sumbagut.

BMKG juga memperkirakan bahwa kondisi cuaca tersebut akan berlangsung sepekan ke depan. Masyarakat diimbau untuk waspada saat beraktivitas di luar ruangan pada sore dan malam hari. Sementara itu, di Jakarta, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu udara yang relatif panas serta kelembapan yang cukup tinggi.

📖 Baca juga:
Ibu Angkat Ammar Zoni Sebut Zeda Salim Calon Menantu Sempurna, Putra Angkatnya Kecam: “Bodoh!”

Di Jawa Timur, cuaca hari ini diprakirakan bervariasi mulai dari cerah, cerah berawan, berawan, hingga udara kabur di sejumlah wilayah. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca setempat serta tetap memantau informasi BMKG.

BMKG juga melaporkan bahwa 28,6 persen wilayah zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan dominasi wilayah berada di bagian selatan Indonesia. Pihak BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke sebagian wilayah Indonesia.

📖 Baca juga:
Bapenda DKI: NJOP PBB-P2 Bisa Berubah Meskipun Tanah Tidak Dijual

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tidak berarti hujan akan hilang sepenuhnya. Hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Indonesia bagian utara. Masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai potensi hujan yang dapat terjadi meskipun sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Kondisi cuaca dapat berubah secara dinamis, terutama di daerah yang masih mendapat pengaruh sistem atmosfer skala regional maupun lokal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi BMKG dan menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca setempat.

📖 Baca juga:
Terungkap! Serda Edi Siram Air Keras ke Andrie Yunus, Detail Kasus di Pengadilan Militer

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Indonesia memang cukup ekstrem. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Dengan demikian, masyarakat dapat mempersiapkan diri dan mengambil tindakan yang tepat untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *