BERITA

Bupati Purwakarta Om Zein Minta Maaf Atas Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ yang Dianggap Merendahkan Perempuan

×

Bupati Purwakarta Om Zein Minta Maaf Atas Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ yang Dianggap Merendahkan Perempuan

Share this article
Bupati Purwakarta Om Zein Minta Maaf Atas Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejad' yang Dianggap Merendahkan Perempuan
Bupati Purwakarta Om Zein Minta Maaf Atas Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejad' yang Dianggap Merendahkan Perempuan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Juli 2026 | Lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad" yang diperkenalkan oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Lagu berbahasa Sunda tersebut menuai pro dan kontra setelah sejumlah penggalan liriknya viral dan dianggap mengandung narasi yang merendahkan perempuan.

Om Zein mengatakan, lagu tersebut diciptakan tahun 2020 dan menceritakan tentang diri sendiri. Dia meminta maaf kepada pihak-pihak khususnya kaum perempuan yang tersinggung atas penggunaan diksi kalimat yang tidak pantas.

📖 Baca juga:
Gerindra: Partai Politik yang Terus Berkembang dan Berkontribusi

"Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun, tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu, itu murni cerita tentang diri saya sendiri," kata Om Zein.

Pihak Gerindra menilai polemik lagu Om Zein menjadi pelajaran bagi pejabat publik. Bupati Purwakarta pun menyampaikan permintaan maaf.

Menurut Juru Bicara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Sugiat Santoso, setiap orang berhak menciptakan karya seni. Namun, ia mengingatkan agar isi karya tersebut tidak menyinggung kelompok tertentu, termasuk perempuan.

"Misalnya buat lagu, buat lagu saja, tapi jangan sampai lirik-liriknya malah menyinggung perasaan suatu kelompok masyarakat kan," ujar Sugiat.

Sugiat mengatakan pihaknya telah mendengar penjelasan Om Zein mengenai polemik tersebut. Berdasarkan klarifikasi yang diterima, lagu itu dibuat jauh sebelum Saepul Bahri Binzein menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Meski demikian, ia menilai polemik tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik, terutama kepala daerah, agar lebih berhati-hati dalam menghasilkan karya yang dikonsumsi masyarakat luas.

"Tapi yang paling penting pesan mau disampaikan bahwa ya ini jadi pelajaran lah bahwa setiap anak bangsa, bukan hanya kepala daerah ya, untuk membuat karya-karya seni yang itu akan dinikmati oleh publik, itu ya memang harus menjaga, menjaga apalah norma-norma, menjaga etika, menjaga ya nilai-nilai yang ada di, di budaya-budaya kita kan. Apalagi jangan sampai kesannya malah melecehkan salah satu pihak," tegasnya.

📖 Baca juga:
Prabowo dan Paloh Bahas Potensi Fusi NasDem‑Gerindra, Saan Mustopa Ungkap Realitas di Balik Isu Merger

Sugiat juga mengingatkan kepala daerah agar lebih memusatkan perhatian pada tugas utama mereka, yakni melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, pemimpin daerah juga harus mampu memberikan teladan dalam bersikap maupun bertutur kata.

Latar belakang Om Zein mulai dikenal setelah namanya menjadi perbincangan hangat. Ia lahir di Subang, Jawa Barat, pada 14 Agustus 1972. Sejak kecil, ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang religius dan banyak menghabiskan masa pertumbuhannya di pondok pesantren.

Pendidikan formalnya dimulai di SDN Simpar 2 pada periode 1980-1986. Setelah itu, ia melanjutkan sekolah di MTs Matlaul Anwar hingga 1989 sebelum meneruskan pendidikan ke MAN Subang dan lulus pada 1992.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda, tempat ia meraih gelar Sarjana Agama Islam (S.Ag.) pada 1997.

Om Zein dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan. Ia pernah bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pada periode 1994-1995, Om Zein dipercaya menjabat sebagai Sekretaris HMI Cabang Purwakarta. Karier organisasinya terus berkembang hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Purwakarta periode 2004-2007.

📖 Baca juga:
Isu Jokowi Ambisius: Klaim Pengambilalihan NasDem dan Pembelian NasDem Tower Memicu Kontroversi Politik

Pengalaman di berbagai organisasi tersebut kemudian menjadi bekal saat dirinya memasuki dunia politik.

Di tengah derasnya kritik terhadap isi lirik lagu tersebut, masyarakat justru mulai penasaran dengan latar belakang Om Zein. Banyak yang mencari tahu siapa sebenarnya sosok kepala daerah tersebut, mulai dari riwayat pendidikan, perjalanan karier, hingga kiprahnya di dunia organisasi sebelum menjadi orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta.

Pencarian mengenai profil Om Zein pun meningkat setelah lagu yang dibawakannya menuai beragam respons. Sebagian masyarakat menilai sejumlah lirik dalam lagu tersebut mengandung stereotip terhadap perempuan dan menjadikan persoalan biologis perempuan sebagai bahan candaan.

Namun di sisi lain, Om Zein menegaskan lagu tersebut merupakan kisah perjalanan hidup pribadinya.

Kontroversi seputar lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad" memang menjadi perdebatan yang hangat. Namun, yang terpenting adalah kesadaran akan pentingnya menjaga etika dan norma dalam berkarya, terutama bagi pejabat publik.

Kesimpulan dari polemik ini adalah pentingnya mempertimbangkan dampak karya seni terhadap masyarakat dan menjaga agar karya tersebut tidak menyinggung atau merendahkan kelompok tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *