Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 Juni 2026 | Bapenda sebagai lembaga pendapatan daerah terus berupaya meningkatkan penerimaan pajak melalui inovasi dan penagihan yang efektif. Salah satu contoh adalah Bapenda Kaltara yang meluncurkan program unik untuk menarik minat masyarakat membayar pajak kendaraan. Program ini memberikan apresiasi berupa sembako bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran pada hari Sabtu di Kantor Samsat Malinau.
Inovasi ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Jasa Raharja dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pembayaran pajak di wilayah tersebut. Bapenda Kaltara juga terus berupaya untuk meningkatkan penerimaan pajak melalui penagihan yang efektif dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Sementara itu, Bapenda Jawa Barat bersama bank bjb menghadirkan layanan bjb T-Samsat untuk membantu masyarakat mempersiapkan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Layanan ini memungkinkan pembayaran dilakukan secara bertahap tanpa biaya administrasi maupun penalti. Selain untuk kendaraan pribadi, fasilitas tersebut juga dapat digunakan untuk kendaraan atas nama pihak lain.
Bapenda Kota Jayapura juga melaporkan realisasi penerimaan PBB-P2 Jayapura telah mencapai Rp21,8 miliar hingga pertengahan Juni 2026, mendekati separuh target tahunan. Kepala Bapenda Kota Jayapura, Rory Huwae, menyatakan optimisme bahwa target ini dapat tercapai sepenuhnya hingga akhir tahun.
Namun, di sisi lain, Bapenda Kota Tasikmalaya juga menghadapi kasus korupsi yang melibatkan pejabat Bapenda. Seorang pejabat Bapenda Kota Tasikmalaya diduga melakukan penipuan terhadap investor dengan kerugian mencapai Rp5 miliar. Modus yang digunakan adalah investasi proyek pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.
Kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integritas dan transparansi dalam pengelolaan pajak daerah. Bapenda harus terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan penagihan pajak yang efektif, serta memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap kasus korupsi.
Dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak dan mengurangi korupsi, Bapenda juga perlu meningkatkan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan yang terstruktur dan terarah. Dengan demikian, Bapenda dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam pengelolaan pajak daerah.
Di akhir, upaya Bapenda untuk meningkatkan penerimaan pajak dan mengurangi korupsi harus dilakukan secara terus-menerus dan konsisten. Dengan demikian, Bapenda dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam pengelolaan pajak daerah, serta meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.











