Kesehatan

Kepala Badan Gizi Nasional Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis

×

Kepala Badan Gizi Nasional Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis

Share this article
Kepala Badan Gizi Nasional Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil. Program ini bertujuan untuk memperbaiki gizi dan menurunkan angka stunting di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang. Ia menyatakan bahwa siswa penerima program MBG dapat mengusulkan menu makanan sesuai selera mereka melalui SPPG.

📖 Baca juga:
Motor MBG Emmo JVX GT Disorot: Harga Bervariasi, Banyak ‘Saudara Kembar’, dan Kontroversi di Balik Layanan SPPG

Menurut Dadan, evaluasi terhadap menu MBG akan dilakukan secara berkala, termasuk terkait tekstur nasi maupun jenis makanan yang disukai siswa. Ia juga mengatakan bahwa pihak SPPG akan melakukan pendataan terkait preferensi siswa terhadap kualitas makanan yang disajikan.

Selain itu, BGN juga akan memetakan selera siswa terhadap jenis beras yang digunakan dalam program tersebut. Dadan menilai antusiasme siswa terhadap program MBG cukup tinggi, bahkan terdapat siswa yang mulai menyukai sayuran setelah rutin mengikuti program tersebut.

📖 Baca juga:
BEM UI Tolak Pembangunan SPPG di Kampus: Fokus Pada Pendidikan dan Riset

Dadan juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 28.390 SPPG di seluruh Indonesia yang telah melayani sekitar 62 juta penerima manfaat program MBG. Ia menambahkan bahwa pihaknya memprioritaskan penggunaan sepeda motor untuk mendukung distribusi program MBG di wilayah pedesaan dan daerah dengan medan sulit.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari Kementerian Kesehatan mencapai 26 juta. Ia menambahkan bahwa BGN meminta seluruh SPPG untuk meningkatkan jumlah penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah kerja masing-masing dalam dua minggu ke depan.

📖 Baca juga:
Krisis Honorer ASN di Jawa Barat: Antrean Panjang, Gaji Tertunda, Padahal Lapangan Kerja Luar Terbuka Lebar

Menurut Nanik, ketimpangan jumlah yang jauh itu membuat BGN perlu melakukan re-focusing program agar layanan pemenuhan gizi lebih terarah kepada kelompok prioritas. Maka dari itu, seluruh SPPG diminta aktif melakukan pendataan dan optimalisasi layanan agar cakupan penerima manfaat 3B dapat meningkat dalam waktu singkat.

Di akhir, Dadan Hindayana menekankan bahwa program MBG merupakan program prioritas Presiden yang harus dikawal dalam rangka pemenuhan gizi anak-anak Indonesia. Ia berharap bahwa program ini dapat membantu memperbaiki gizi dan menurunkan angka stunting di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *