Ekonomi

Rupiah Melemah ke Level Rp17.501 per Dolar AS, Beban Rakyat Kian Berat

×

Rupiah Melemah ke Level Rp17.501 per Dolar AS, Beban Rakyat Kian Berat

Share this article
Rupiah Melemah ke Level Rp17.501 per Dolar AS, Beban Rakyat Kian Berat
Rupiah Melemah ke Level Rp17.501 per Dolar AS, Beban Rakyat Kian Berat

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.501 per dolar AS di pasar spot pada Selasa, 12 Mei 2026. Pelemahan rupiah dipicu oleh derasnya aliran modal asing keluar akibat sentimen pengumuman dari Morgan Stanley Capital International.

Kondisi rupiah yang mencetak rekor buruk ini sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Pembukaan rupiah pada Selasa pagi melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda Indonesia mencetak rekor baru.

📖 Baca juga:
Kenaikan Harga Minyak Goreng Meroket: Geopolitik, Plastik Mahal, dan Tuduhan Manipulasi Harga

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melempem ke level Rp17.501 per dolar AS, merosot 87 poin atau melemah 0,50 persen dari penutupan sebelumnya. Kondisi ini selaras dengan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang menetapkan posisi rupiah di angka Rp17.415.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa pelemahan tajam ini merupakan imbas dari sentimen negatif pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). "Pengumuman MSCI memicu aliran modal asing keluar (outflow) yang cukup deras. Investor cenderung menghindari aset berisiko di pasar domestik, yang pada akhirnya menekan nilai tukar kita secara signifikan," ujar Lukman.

Ironisnya, kejatuhan nilai tukar rupiah ini terjadi bersamaan dengan lonjakan harga komoditas pangan nasional. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan PIHPS Bank Indonesia, hampir seluruh kebutuhan pokok kompak merangkak naik, menciptakan tekanan ganda bagi daya beli masyarakat.

📖 Baca juga:
Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk ‘Survival Mode’ – Tantangan Global Paksa Pemerintah Ubah Strategi Ekonomi

Harga beras, sebagai komoditas utama, mengalami kenaikan di semua lini. Beras kualitas super I kini menyentuh Rp16.950 per kg, sementara beras kualitas bawah naik hingga 3,1 persen menjadi Rp14.950 per kg. Sektor bumbu dapur pun tak kalah "pedas". Cabai rawit merah melonjak tajam 7,52 persen ke angka Rp68.650 per kg, sementara cabai rawit hijau meroket hampir 11 persen di harga Rp54.150 per kg.

Bawang merah dan bawang putih juga ikut menyumbang inflasi dengan kenaikan rata-rata di atas 1-2 persen. Tak hanya beras dan cabai, harga gula pasir lokal kini menembus Rp19.250 per kg dan minyak goreng curah merangkak naik ke level Rp20.800 per kg. Telur ayam ras pun turut membebani konsumen dengan harga Rp31.350 per kg.

Kombinasi antara pelemahan kurs rupiah yang menambah biaya impor (imported inflation) dan kenaikan harga pangan lokal ini menjadi alarm keras bagi stabilitas ekonomi nasional di pertengahan Mei 2026 ini. Jika arus modal asing terus keluar dan harga pangan tak segera terkendali, tekanan terhadap kesejahteraan masyarakat diprediksi akan semakin dalam.

📖 Baca juga:
Durian RI Laku Rp42,5 Miliar: China Jadi Pasar Utama bagi 459 Ton Buah Eksotis

Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan tren zona merah yang melanda beberapa mayoritas mata uang di Asia. Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,89 persen. Disusul, peso Filipina yang ambles 0,48 persen. Selanjutnya ada baht Thailand yang tertekan 0,3 persen dan yen Jepang terkoreksi 0,22 persen. Lalu, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,21 persen. Berikutnya, dolar Singapura tergelincir 0,17% dan dolar Taiwan melemah tipis 0,03 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,01 persen. Kemudian, yuan China terlihat melemah menguat tipis 0,001 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Dalam beberapa hari ke depan, investor menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini. Range 17.350-17.500, ini menjadi fokus utama bagi para investor untuk memprediksi arah rupiah di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *