Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Mei 2026 | Serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia telah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah daripada yang dilaporkan sebelumnya. Menurut analisis citra satelit yang dirilis oleh The Washington Post, setidaknya 228 struktur dan peralatan militer di 15 situs militer AS hancur atau rusak akibat serangan tersebut.
Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Markas Armada ke-5 AS di Bahrain serta tiga pangkalan di Kuwait, yakni Ali Al-Salem, Camp Arifjan, dan Camp Buehring. Fasilitas yang terkena dampak meliputi hanggar, barak, depot bahan bakar, sistem pertahanan rudal Patriot, pembangkit listrik, dan lima lokasi penyimpanan bahan bakar.
Selain itu, situs komunikasi satelit di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar serta sistem radar THAAD di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA) juga dilaporkan hancur. Kerusakan pada Aktivitas Dukungan Angkatan Laut bersifat “luas”, sehingga memaksa markas besar Armada ke-5 untuk pindah ke Pangkalan Angkatan Udara MacDill di Florida.
Analisis citra satelit tersebut juga menunjukkan bahwa serangan Iran telah merusak atau menghancurkan setidaknya 228 struktur atau peralatan di lokasi militer AS di Timur Tengah sejak perang dimulai. Jumlah kerusakan yang terjadi jauh lebih besar dibandingkan apa yang telah diakui secara publik oleh pemerintah AS atau dilaporkan sebelumnya.
Para ahli yang meninjau analisis tersebut mengatakan bahwa kerusakan di lokasi tersebut menunjukkan bahwa militer AS telah meremehkan kemampuan penargetan Iran, tidak cukup beradaptasi dengan perang drone modern, dan membuat beberapa pangkalan tidak terlindungi. Foto-foto kerusakan menunjukkan bahwa serangan tersebut sangat tepat, dengan bom yang mendarat tepat sasaran dan tidak meninggalkan lubang sembarangan.
Kerusakan pada fasilitas-fasilitas tersebut dapat meningkatkan perkiraan biaya perang AS bahkan lebih tinggi dari yang sebelumnya diakui oleh pemerintahan Donald Trump. Meskipun beberapa serangan secara strategis bisa saja dibiarkan oleh pasukan AS, gambar dan laporan lain menunjukkan bahwa ada kekurangan taktis yang memungkinkan serangan Iran menimbulkan lebih banyak kerusakan daripada yang seharusnya.
Kesimpulan dari analisis citra satelit tersebut menunjukkan bahwa serangan Iran terhadap fasilitas militer AS di kawasan Teluk Persia telah menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah daripada yang dilaporkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa militer AS perlu meningkatkan kesiapan dan kemampuan pertahanan untuk menghadapi ancaman serangan drone modern.











