Nasional

Mayjen Dody Triwinarto, Lulusan Akmil 1996, Kini Pimpin Pangdam XV/Pattimura dengan Visi Keamanan Terintegrasi

×

Mayjen Dody Triwinarto, Lulusan Akmil 1996, Kini Pimpin Pangdam XV/Pattimura dengan Visi Keamanan Terintegrasi

Share this article
Mayjen Dody Triwinarto, Lulusan Akmil 1996, Kini Pimpin Pangdam XV/Pattimura dengan Visi Keamanan Terintegrasi
Mayjen Dody Triwinarto, Lulusan Akmil 1996, Kini Pimpin Pangdam XV/Pattimura dengan Visi Keamanan Terintegrasi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 13 April 2026 | Mayjen Dody Triwinarto, lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1996, resmi mengemban tugas sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) XV/Korem 181/Pattimura. Penunjukan ini menandai langkah penting dalam karier militer sang perwira, sekaligus menegaskan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kemampuan kepemimpinan dan visi strategisnya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Sejak lulus dari Akmil, Dody Triwinarto menapaki jenjang karier yang penuh tantangan. Ia memulai kariernya sebagai perwira muda di Satuan Infanteri, kemudian beralih ke unit khusus yang menugaskan operasi anti-terorisme dan penanggulangan kejahatan lintas batas. Selama dua dekade terakhir, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kodam) XI/Iskandar Muda, serta memimpin Batalyon Infanteri yang terlibat dalam operasi penertiban wilayah perbatasan.

📖 Baca juga:
Otorita IKN Gali Potensi Rotan, Bentengi Warga dari Hoaks Rekrutmen, dan Jalin Kerja Sama Internasional

Berikut rangkaian perjalanan karier Mayjen Dody Triwinarto yang menonjol:

  • 1996: Lulus dengan predikat terbaik dari Akmil, Jakarta.
  • 1997‑2002: Penempatan pertama di Satuan Infanteri 1/Kostrad, berperan dalam operasi penanggulangan konflik internal.
  • 2003‑2008: Dinas di Bintara Tempur (BT) khusus, melaksanakan operasi anti-terorisme di wilayah Sulawesi Utara.
  • 2009‑2014: Kepala Staf Batalyon Infanteri 712/Koarmada II, fokus pada pelatihan tempur dan kesiapan operasional.
  • 2015‑2020: Perwira tinggi di Kodam XII/Tanjungpura, mengawasi operasi penertiban wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
  • 2021‑2023: Wakil Kepala Staf (Wakilkostrad) di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), mengkoordinasikan kesiapan cadangan strategis.

Penunjukan sebagai Pangdam XV/Pattimura tidak lepas dari prestasi Dody dalam mengelola operasi keamanan yang kompleks. Pada masa menjabat sebagai Komandan Resor Operasi (Kores) di Maluku Utara, ia memimpin operasi “Wirawaspada” yang menitikberatkan pada peningkatan pengawasan imigrasi, khususnya di wilayah Ternate. Operasi tersebut berhasil memperketat kontrol terhadap warga asing yang masuk, sekaligus menurunkan tingkat kejahatan lintas negara di daerah tersebut.

Dalam pidatonya saat pelantikan, Dody menegaskan bahwa keamanan wilayah Maluku tidak hanya mengandalkan kekuatan militer semata, melainkan memerlukan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat sipil. Ia menambahkan bahwa strategi “Keamanan Terintegrasi” akan menjadi prioritas utama, mencakup peningkatan intelijen, patroli maritim, serta program pemberdayaan masyarakat di daerah rawan konflik.

📖 Baca juga:
Reformasi Besar Kejaksaan: 14 Kepala Kajati Berganti, Riono Budisantoso Pimpin Bangka Belitung

Strategi tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan penegakan hukum yang adil dan pembangunan berkelanjutan di daerah perbatasan. Dody menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara, serta memperluas kerjasama dengan Badan Keamanan Nasional (BKN) dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam rangka mengantisipasi ancaman terorisme dan penyelundupan.

Selain fokus pada keamanan, Pangdam XV/Pattimura juga berencana mengoptimalkan program bantuan sosial bagi masyarakat terdampak konflik. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pembangunan infrastruktur dasar, serta dukungan kesehatan dan pendidikan. Dody berkeyakinan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat akan memperkecil peluang munculnya gerakan radikal atau kriminalitas.

Langkah-langkah konkret yang telah direncanakan meliputi:

📖 Baca juga:
BGN Bongkar Anggaran Kaos Kaki, Laptop, dan Alat Makan: Fakta di Balik Klaim Rp4 Triliun
  1. Peningkatan frekuensi patroli gabungan antara TNI, Polri, dan Satpol PP.
  2. Penerapan sistem pemantauan digital di pelabuhan dan bandara untuk mempercepat identifikasi warga asing.
  3. Pengembangan pusat pelatihan bersama untuk anggota TNI dan aparat keamanan daerah.
  4. Pelaksanaan dialog rutin dengan tokoh agama dan pemuka adat setempat.

Sejauh ini, respons masyarakat terhadap kepemimpinan Dody terlihat positif. Banyak pihak mengapresiasi komitmennya untuk menyeimbangkan antara penegakan hukum dan upaya pembangunan. Diharapkan, kebijakan yang diusungnya dapat menurunkan angka kejahatan, memperkuat rasa aman, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.

Kesimpulannya, profil Mayjen Dody Triwinarto mencerminkan seorang perwira yang tidak hanya berpengalaman dalam bidang taktik dan strategi militer, tetapi juga memiliki visi yang luas dalam konteks keamanan manusia. Penunjukan sebagai Pangdam XV/Pattimura menandai babak baru dalam upaya mewujudkan stabilitas dan kemajuan di wilayah Maluku, dengan mengedepankan pendekatan keamanan terintegrasi, kolaborasi lintas lembaga, serta pemberdayaan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *