Pendidikan

Mensos Gus Ipul Bantah Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp 170 Ribu, Ungkap Pengadaan Rp 700 Ribu yang Transparan

×

Mensos Gus Ipul Bantah Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp 170 Ribu, Ungkap Pengadaan Rp 700 Ribu yang Transparan

Share this article
Mensos Gus Ipul Bantah Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp 170 Ribu, Ungkap Pengadaan Rp 700 Ribu yang Transparan
Mensos Gus Ipul Bantah Harga Sepatu Sekolah Rakyat Rp 170 Ribu, Ungkap Pengadaan Rp 700 Ribu yang Transparan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Mei 2026 | Jakarta, 5 Mei 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Ipul menanggapi beragam spekulasi publik mengenai biaya sepatu untuk program Sekolah Rakyat. Dalam konferensi pers di gedung Kementerian Sosial, ia menegaskan bahwa anggaran resmi untuk sepatu tersebut adalah Rp 700 ribu per pasang, bukan Rp 170 ribu yang beredar di media sosial. Ia juga menolak tudingan adanya markup harga yang berlebihan.

Gus Ipul menjelaskan bahwa foto dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memperlihatkan penyerahan sepatu kepada siswa merupakan aksi khusus dari pemerintah provinsi, bukan bagian dari pengadaan Kementerian Sosial. “Sepatu yang diberikan oleh Ibu Khofifah adalah hadiah khusus, bukan hasil pengadaan kementerian,” ujarnya. Foto tersebut memang menjadi viral karena banyak netizen membandingkannya dengan angka Rp 700 ribu yang tertera dalam dokumen anggaran.

📖 Baca juga:
Ketum Pemuda Katolik Bawa Bukti Tambahan, JK Penistaan Agama Diperiksa Polda Metro Jaya

Untuk memperjelas, Gus Ipul menampilkan data anggaran tahun 2025 yang mencakup delapan jenis pengadaan sepatu, mulai dari sepatu harian, olahraga, hingga sepatu lapangan (PDL). Semua jenis tersebut memiliki pagu masing‑masing, namun realisasi selalu berada di bawah pagu, menandakan efisiensi penggunaan dana. Berikut rangkuman data yang ditampilkan:

Jenis Sepatu Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Selisih (Rp)
PDL Siswa 700.000 640.000 60.000
PDH SMP/SMA 700.000 610.000 90.000
PDH SD 700.000 590.000 110.000
Olahraga (Guru & Siswa) 500.000 447.000 53.000
PDH Guru 700.000 625.000 75.000
Harian SD 500.000 250.000 250.000
Harian SMP/SMA 500.000 300.000 200.000

Setiap siswa Sekolah Rakyat menerima empat pasang sepatu dengan fungsi berbeda: sepatu harian untuk kegiatan belajar, sepatu olahraga untuk pelajaran jasmani, sepatu PDH (Pendidikan Dasar Hukum) yang dipakai pada acara resmi, dan sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) yang dipakai saat kegiatan luar ruang. Selain itu, guru juga mendapatkan sepatu olahraga dan PDH sebagai bagian dari paket bantuan.

Gus Ipul menekankan bahwa proses pengadaan seluruhnya melalui lelang terbuka yang diawasi oleh Panitia Pengadaan (PPK) serta tim audit internal Kementerian Sosial. Hasil lelang dipilih berdasarkan penawaran paling efisien yang tetap memenuhi standar kualitas dan komponen dalam negeri (TKDN) minimal 70 persen. “Kami tidak mengutamakan produk impor yang lebih murah, melainkan mendukung produksi dalam negeri,” tegasnya.

📖 Baca juga:
Polisi Gagalkan Massa Demo Hardiknas, Mahasiswa Bakar Ban dan Janjikan Aksi Lebih Besar

Pengadaan tahun 2025 juga telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil audit menunjukkan tidak ada temuan signifikan terkait penyimpangan, dan semua temuan yang muncul telah ditindaklanjuti untuk perbaikan pada tahun berikutnya. Gus Ipul menambahkan, “Jika ada bukti penyimpangan, kami siap melaporkan ke aparat penegak hukum.”

Isu markup harga yang menyebutkan bahwa sepatu tersebut dijual di pasaran dengan harga jauh di bawah Rp 700 ribu juga dibantah. Menurut Mensos, perbandingan tersebut tidak relevan karena foto viral menampilkan sepatu model dan merek yang berbeda dari standar yang ditetapkan dalam pengadaan. Sepatu resmi yang dibeli Kementerian Sosial berwarna hitam dengan model bot, sementara sepatu yang diberikan oleh Gubernur Khofifah adalah hadiah khusus dengan desain lain.

Gus Ipul mengakhiri konferensi pers dengan mengajak publik untuk terus mengawasi pelaksanaan program, namun juga meminta agar informasi yang beredar dipastikan kebenarannya. “Kami terbuka terhadap saran dan kritik yang konstruktif, namun hoaks yang memutarbalikkan fakta hanya akan menimbulkan persepsi negatif terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pendidikan,” pungkasnya.

📖 Baca juga:
Cuaca Hari Ini: Cerah Berawan di Jakarta, Hujan Ringan di Bandung & Cirebon, serta Upaya BMKG Modifikasi Cuaca di Riau

Dengan penjelasan komprehensif ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa program Sepatu Sekolah Rakyat tetap berjalan sesuai prosedur, transparan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi siswa serta guru di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *