Internasional

Iran Ungkap Alasan Dua Tanker Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz, Sementara Kapal Lain Tembus Blokade AS

×

Iran Ungkap Alasan Dua Tanker Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz, Sementara Kapal Lain Tembus Blokade AS

Share this article
Iran Ungkap Alasan Dua Tanker Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz, Sementara Kapal Lain Tembus Blokade AS
Iran Ungkap Alasan Dua Tanker Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz, Sementara Kapal Lain Tembus Blokade AS

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 April 2026 | JAKARTA — Pemerintah Iran pada Rabu (17/4/2026) menyampaikan penjelasan resmi mengapa dua kapal tanker milik Pertamina Indonesia belum dapat melintasi Selat Hormuz, meski beberapa kapal yang berhubungan dengan Iran berhasil melewati blokade militer Amerika Serikat sejak 13 April 2026. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan laporan internasional yang mencatat kapal-kapal seperti Murlikishan, Rich Starry, dan Peace Gulf berhasil menembus selat strategis itu walaupun berada di bawah sanksi AS.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, alasan utama penundaan dua tanker Pertamina adalah kepatuhan terhadap regulasi sanksi yang sedang berlangsung dan kebutuhan verifikasi dokumen kepemilikan muatan. “Kami menunggu konfirmasi lengkap dari otoritas Amerika Serikat dan otoritas PBB bahwa muatan minyak Indonesia tidak akan dipergunakan untuk melanggar sanksi ekonomi terhadap Iran,” ujar pejabat tersebut dalam konferensi pers daring.

📖 Baca juga:
30 Negara Bersatu di Inggris Rancang Pengamanan Selat Hormuz, Ancaman Mengguncang Selat Malaka

Dalam konteks yang sama, data dari platform pelacakan kapal seperti Kpler dan LSEG menunjukkan bahwa kapal tanker berbendera Indonesia, yang dioperasikan oleh Pertamina, tengah berada di pelabuhan Bandar Lampung untuk proses pemuatan. Namun, proses tersebut belum selesai karena dokumen sertifikasi kualitas bahan bakar dan surat izin laut masih dalam tahap verifikasi silang dengan otoritas maritim Iran.

Berbeda dengan kapal Murlikishan, yang sebelumnya dikenal dengan nama MKA dan pernah mengangkut minyak Rusia serta Iran, tanker tersebut berhasil melanjutkan perjalanan ke pelabuhan di Irak pada 16 April 2026. Murlikishan berada di bawah sanksi AS, namun memperoleh izin lewat jalur khusus setelah melalui pemeriksaan keamanan yang ketat. Begitu pula Rich Starry, yang dioperasikan oleh Shanghai Xuanrun Shipping Co., berhasil menyalurkan kargo Nafta Iran ke Uni Emirat Arab setelah melewati Selat Hormuz, meski kapal tersebut juga dikenai sanksi.

Berikut ini rangkuman faktor-faktor yang menjadi penyebab dua tanker Pertamina belum dapat melintasi Selat Hormuz:

📖 Baca juga:
CENTCOM Klaim Blokade Selektif, Super Tanker Iran Temukan Celah di Selat Hormuz
  • Verifikasi dokumen sanksi: Otoritas Iran menuntut bukti bahwa muatan tidak melanggar larangan perdagangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
  • Koordinasi dengan otoritas AS: Iran menunggu konfirmasi resmi dari Departemen Keamanan Nasional AS terkait izin transit di zona blokade.
  • Keamanan kapal: Pemeriksaan keamanan tambahan dilakukan untuk memastikan tidak ada barang atau teknologi militer yang tersembunyi di dalam muatan.
  • Pengaturan jadwal pelayaran: Kedua tanker sedang menunggu slot waktu yang disepakati bersama otoritas maritim Iran untuk menghindari tabrakan dengan operasi militer AS di wilayah tersebut.

Sementara itu, para analis energi menilai bahwa keberhasilan beberapa kapal lain menembus blokade mengindikasikan adanya jalur khusus atau mekanisme pengecualian yang belum terbuka untuk kapal milik Pertamina. “Kapal Murlikishan dan Rich Starry menunjukkan bahwa blokade tidak sepenuhnya menutup akses, melainkan memaksa semua pihak untuk memenuhi persyaratan dokumen dan keamanan yang sangat ketat,” ujar Dr. Ahmad Rizky, pakar geopolitik di Universitas Indonesia.

Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan memberikan izin khusus kepada kapal milik negara sahabat, asalkan semua prosedur dipenuhi. Hal ini sejalan dengan upaya Tehran untuk menjaga aliran energi melalui Selat Hormuz, yang tetap menjadi jalur pengiriman minyak terbesar di dunia, menyumbang hampir 20 persen perdagangan minyak global.

Di sisi lain, Pertamina mengumumkan bahwa mereka sedang berkoordinasi intensif dengan otoritas maritim Indonesia, otoritas Iran, serta perwakilan diplomatik Amerika Serikat untuk mempercepat proses persetujuan. “Kami berkomitmen untuk memastikan kelancaran pasokan energi nasional, namun harus tetap mematuhi regulasi internasional yang berlaku,” kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam pernyataan resmi.

📖 Baca juga:
Iran Gempur: Hermes 900 Israel Jatuh, Senjata Baru Zionis Terkalahkan Rudal IRGC

Ketegangan di Selat Hormuz terus berlanjut, mengingat belum tercapainya kesepakatan pada pertemuan bilateral antara AS dan Iran di Islamabad pada awal April 2026. Meskipun beberapa kapal berhasil menembus blokade, situasi tetap rentan terhadap eskalasi militer atau kebijakan sanksi tambahan.

Dengan kondisi tersebut, industri pelayaran dan energi di kawasan Timur Tengah diprediksi akan terus memantau perkembangan diplomatik serta dinamika sanksi internasional. Bagi Indonesia, memastikan kelancaran transit kapal tanker nasional menjadi prioritas strategis, mengingat peran vital sektor energi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Sejauh ini, belum ada perkiraan pasti kapan dua tanker Pertamina akan diberikan izin resmi untuk melintasi Selat Hormuz. Semua pihak menunggu sinyal diplomatik berikutnya yang dapat membuka jalur perdagangan kembali tanpa mengorbankan kepatuhan terhadap sanksi internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *