Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 01 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Prosesi siraman menjelang pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju di Hotel Raffles Jakarta tak hanya menjadi momen sakral bagi keluarga, melainkan juga menjadi ajang munculnya kembali drama lama yang melibatkan Ahmad Dhani dan mantan istri sekaligus artis senior Maia Estianty. Video yang diunggah Dhani di akun Instagram pribadinya memperlihatkan putrinya, Shafeea Ahmad, menangis saat proses siraman berlangsung. Dhani berusaha menenangkan sang anak dengan memeluknya dan membisikkan kata‑kata yang menegaskan keinginannya agar acara tetap hangat tanpa gangguan masa lalu.
Namun, tak lama setelah video itu viral, Dhani mengekspresikan kekecewaannya melalui caption yang menyebutkan bahwa Maia kembali menyinggung peristiwa lama pada saat siraman. Menurutnya, “Sudah 20 tahun, drama sinetron itu masih saja dilakukan di siraman yang harusnya menjadi ajang silaturahmi.” Pernyataan ini memicu perdebatan sengit di media sosial, dengan sebagian netizen mendukung Dhani dan yang lainnya mempertanyakan relevansi konflik pribadi di acara keluarga.
Selain komentar yang memanas, terjadi insiden lain yang menambah bumbu kontroversi. Pada resepsi pernikahan yang berlangsung pada Minggu malam, 26 April 2026, El Rumi mengajukan permintaan khusus untuk menggabungkan foto bersama kedua orang tuanya—Ahmad Dhani dan Maia Estianty—dengan Presiden Prabowo Subianto. Biasanya, protokol istana mengharuskan pemisahan antara pihak keluarga mempelai demi menghindari situasi canggung. Namun, keinginan El Rumi untuk menampilkan kebersamaan seluruh orang tua mempelai dalam satu frame berhasil diwujudkan, meski melanggar susunan foto resmi.
Ahmad Dhani menanggapi tindakan tersebut lewat unggahan video di Instagram, menuliskan, “Tidak sesuai Protokol Istana, Protokol Istana itu menghindari suasana AKWARD. Akhirnya kejadian deh.” Pernyataan itu menambah dinamika politik‑hiburan, mengingat Prabowo yang saat itu berada di tengah agenda kenegaraan. Beberapa saksi melaporkan bahwa Presiden sempat kebingungan saat menyalami orang tua mempelai, mengira Irwan Mussry (ayah Syifa) sebagai ayah kandungnya. Kekeliruan tersebut kemudian diluruskan oleh Dhani pada saat berada di meja VVIP.
Reaksi publik terbagi. Sebagian besar mengapresiasi keberanian El Rumi untuk menyeimbangkan hubungan keluarga yang kompleks, menilai aksi tersebut sebagai simbol kedewasaan dan keinginan menyatukan semua pihak dalam satu momen bahagia. Sementara itu, kelompok lain menilai pelanggaran protokol sebagai tindakan yang kurang menghormati aturan resmi, terutama bila melibatkan figur negara.
Di sisi lain, Dhani tidak hanya menyoroti masalah foto. Ia kembali menuding bahwa narasi tentang perselingkuhan dan perpisahan yang selama ini beredar tidak sepenuhnya didukung oleh fakta hukum. “Wanita itu ditalak tiga oleh suaminya karena perselingkuhannya dengan pemilik TV swasta dan perbuatannya itu sudah diakui secara tertulis dan ditandatangani,” ujarnya dalam tulisan panjang yang mengaitkan kembali ke peristiwa yang terjadi hampir dua dekade lalu. Dhani menegaskan bahwa sebagian besar cerita yang beredar hanyalah “akting yang sangat buruk dari wanita yang mentalnya perlu diperiksa.”
Meski pernyataan-pernyataan tersebut mengundang kritik tajam, tidak dapat dipungkiri bahwa sorotan publik terhadap El Rumi semakin meningkat. Sebagai anak dari pasangan selebriti ternama, ia kini berada di tengah sorotan media yang menilai setiap langkahnya, baik dalam urusan pribadi maupun publik.
Pengamat media menilai bahwa peristiwa ini mencerminkan tren baru dalam industri hiburan Indonesia, di mana konflik pribadi selebriti semakin menjadi bahan konsumsi publik. Mereka menambahkan bahwa penggunaan media sosial oleh tokoh publik seperti Dhani memungkinkan mereka mengendalikan narasi secara langsung, sekaligus menimbulkan risiko eskalasi konflik jika tidak dikelola dengan hati‑hati.
Secara keseluruhan, siraman El Rumi telah menjadi panggung drama yang melibatkan generasi berbeda, menggabungkan unsur tradisi, politik, dan dinamika keluarga selebriti. Momen-momen ini menegaskan bahwa pernikahan di kalangan artis tak lagi sekadar urusan pribadi, melainkan menjadi sorotan luas yang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap nilai‑nilai budaya, protokol resmi, dan hubungan interpersonal dalam lingkup hiburan.
Ke depan, para pengamat memperkirakan bahwa El Rumi akan terus menjadi fokus perhatian, terutama bila ia berhasil menyeimbangkan peran sebagai anak selebriti dan individu yang ingin menentukan jalannya sendiri tanpa terbebani oleh drama masa lalu.









