Nasional

Pemkot Jaksel Rencanakan Pemanfaatan Ikan Sapu‑Sapu sebagai Pakan Ternak, Kolaborasi Lintas Sektor Diresmikan

×

Pemkot Jaksel Rencanakan Pemanfaatan Ikan Sapu‑Sapu sebagai Pakan Ternak, Kolaborasi Lintas Sektor Diresmikan

Share this article
Pemkot Jaksel Rencanakan Pemanfaatan Ikan Sapu‑Sapu sebagai Pakan Ternak, Kolaborasi Lintas Sektor Diresmikan
Pemkot Jaksel Rencanakan Pemanfaatan Ikan Sapu‑Sapu sebagai Pakan Ternak, Kolaborasi Lintas Sektor Diresmikan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 April 2026 | Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengumumkan rencana studi komprehensif untuk mengolah ikan sapu‑sapu yang melimpah di sungai-sungai ibu kota menjadi pakan ternak. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh tingginya populasi ikan invasif yang mengganggu ekosistem perairan sekaligus menimbulkan beban limbah lingkungan. Dengan melibatkan akademisi, lembaga penelitian, pelaku industri, serta komunitas lokal, Pemkot berharap dapat mengubah masalah ekologis menjadi peluang ekonomi berkelanjutan.

Ikan sapu‑sapu (Hemibrycon sp.) telah dikenal sejak lama sebagai spesies yang sangat adaptif dan mampu bertahan di kondisi pencemaran tinggi. Di sungai‑sungai Jakarta, terutama Ciliwung dan Kali Pasar Baru, jumlahnya meningkat drastis karena minimnya predator alami. Akibatnya, ikan lokal terancam punah dan kualitas air menurun.

📖 Baca juga:
Otorita IKN Gali Potensi Rotan, Bentengi Warga dari Hoaks Rekrutmen, dan Jalin Kerja Sama Internasional

Prof. Mala Nurilmala, Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan IPB University, menyoroti pentingnya memanfaatkan hasil pembasmian ikan ini. Menurutnya, karena tubuh ikan mengandung kadar logam berat tinggi—merak, timbal, dan kadmium—penggunaan langsung sebagai makanan manusia atau pakan ternak berisiko menimbulkan bioakumulasi. Oleh karena itu, ia merekomendasikan pengolahan menjadi pupuk cair untuk tanaman hias, yang dapat memanfaatkan nutrisi tanpa masuk ke rantai makanan manusia.

Pemkot Jaksel menanggapi saran tersebut dengan mengusulkan pendekatan berbeda: mengolah ikan menjadi bahan baku pakan ternak yang diproses melalui teknik penghilangan logam berat, seperti ekstraksi kimia dan pengeringan termal. Rencana ini akan diuji dalam pilot project di wilayah Sawah Besar, dimana nelayan setempat telah membantu penyiangan ikan di pinggir Kali Pasar Baru.

Berbagai pihak yang akan dilibatkan antara lain:

📖 Baca juga:
Pengumuman Koperasi Merah Putih 2026: Jadwal Hasil Seleksi Administrasi dan Cara Cek untuk Ribuan Pelamar
  • IPB University – penyedia riset ilmiah tentang metode detoksifikasi dan nilai gizi ikan.
  • Balai Penelitian dan Pengembangan Perikanan (Balitbang) – menguji kelayakan produksi pakan skala industri.
  • Asosiasi Peternak Ternak Jakarta – sebagai pengguna akhir pakan.
  • Kelompok Nelayan Kota Jakarta – membantu penangkapan dan penyerahan ikan.
  • Instansi Lingkungan Hidup DKI – memantau dampak ekologis dan memastikan standar keamanan.

Proses pengolahan akan dimulai dengan penyortiran ikan berdasarkan ukuran dan tingkat kontaminasi. Selanjutnya, ikan akan dipotong dan direndam dalam larutan chelating agent untuk mengikat logam berat, diikuti dengan pencucian air bersih. Setelah tahap tersebut, bahan baku dikeringkan pada suhu tinggi untuk menghancurkan mikroorganisme berbahaya, lalu digiling menjadi serbuk yang dapat dicampur dengan bahan pakan konvensional.

Pengujian laboratorium menunjukkan bahwa metode ini dapat menurunkan konsentrasi logam berat hingga 90 persen, menjadikan produk akhir aman untuk dikonsumsi oleh hewan ternak. Selain itu, nilai protein dan asam lemak esensial dalam serbuk ikan tetap terjaga, memberikan nilai gizi yang kompetitif dibandingkan pakan impor.

Manfaat yang diharapkan tidak hanya terbatas pada peningkatan ketersediaan pakan lokal. Dengan memanfaatkan ikan sapu‑sapu, beban limbah di sungai berkurang, sehingga kualitas air berpotensi pulih. Pendapatan tambahan bagi nelayan dan pelaku industri pengolahan juga dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya luar.

📖 Baca juga:
Fakta BSU 2026: Apakah Bantuan Sosial Kembali Dicairkan? Tips Cek dan Simak Jadwal Terbaru

Jika pilot project berhasil, Pemkot Jaksel berencana memperluas skala produksi ke wilayah lain di DKI Jakarta dan menjadikan model ini contoh bagi kota-kota lain yang menghadapi permasalahan ikan invasif. Langkah ini mencerminkan sinergi antara kebijakan publik, ilmu pengetahuan, dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan urban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *