Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Juni 2026 | Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah memberi ultimatum kepada pemerintah untuk mengatasi pelemahan rupiah dalam waktu 18 hari. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah menerima aspirasi tersebut sebagai masukan dan akan terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
Prasetyo mengatakan bahwa kondisi perekonomian dipengaruhi oleh banyak faktor dan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah akan bisa memperbaiki kondisi perekonomian. Namun, ia juga menyatakan bahwa perbaikan ekonomi tidak dapat selalu dicapai dalam tenggat waktu tertentu seperti yang ditetapkan mahasiswa.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta para mahasiswa untuk selalu tertib dalam menjalankan aksi unjuk rasa. Ia menyatakan bahwa Polri akan terus menjaga agar penyampaian aspirasi yang disampaikan masyarakat tetap berlangsung dengan kondusif.
Di sisi lain, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia menggelar aksi pelestarian lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan wisata Mangrove Cuku Nyi Nyi, Desa Sidodadi.
Penanaman dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menjadi program pengabdian kepada masyarakat, kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III) Denaldy Mulino Mauna mengatakan bahwa sektor perkebunan memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.
Denaldy menjelaskan bahwa transformasi industri perkebunan saat ini semakin berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan tuntutan keberlanjutan. Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kebutuhan untuk mempercepat adaptasi sektor perkebunan terhadap perubahan global.
Kesimpulan dari berbagai kegiatan dan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) terus aktif dalam menyuarakan aspirasi dan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai isu nasional, mulai dari pelemahan rupiah hingga pelestarian lingkungan dan pengembangan sektor perkebunan.









